Siswa SMP Meninggal Diduga Korban Bullying saat MPLS di Pemalang, Keluarga Minta Keadilan

Siswa SMP Meninggal Diduga Korban Bullying saat MPLS di Pemalang, Keluarga Minta Keadilan

Nasional | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 15:20
share

PEMALANG, iNews.id - Keluarga meminta keadilan atas kematian siswa SMP di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban bullying atau perundungan saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Polisi kini mengusut kasus tersebut dan menunggu hasil resmi autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Korban berinisial AA (14), siswa kelas VII SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dia meninggal dunia pada Minggu (2/8/2026) malam setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mardhatillah.

Kepergian AA meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Korban diketahui baru sekitar satu bulan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Keluarga menduga AA mengalami perundungan saat kegiatan MPLS. Dugaan tersebut masih dalam pendalaman penyidik Satreskrim Polres Pemalang.

Ayah korban, Saefudin, mengaku sedang berada di Jakarta ketika menerima kabar mengenai kondisi anaknya. Dia kemudian segera pulang ke Pemalang.

Saefudin berharap polisi mengusut secara tuntas peristiwa yang diduga dialami anaknya. Dia juga meminta proses hukum dilakukan apabila penyelidikan menemukan adanya tindak pidana.

“Saya kemarin ditelepon saat di Jakarta lalu datang ke sini. Saya sedih dan berharap pelakunya bisa diproses hukum, minimal setimpal dengan perbuatannya,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Petugas Polsek Randudongkal bersama Tim Inafis Polres Pemalang telah mendatangi rumah sakit untuk identifikasi dan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.

Jenazah AA kemudian menjalani autopsi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah. Pemeriksaan itu diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Wildan Umar mengatakan, penyidik masih menyelidiki secara menyeluruh. Polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban maupun kaitannya dengan dugaan perundungan.

“Kami sudah autopsi dan hasilnya nanti akan kami rilis lebih lanjut. Masih penyelidikan dan pendalaman,” ujarnya.

Sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan. Mereka merupakan pihak-pihak yang diduga mengetahui kondisi maupun rangkaian kejadian sebelum korban meninggal dunia.

Pemeriksaan dilakukan terhadap teman korban, dokter yang memberikan penanganan medis, serta orang tua korban. Keterangan tersebut akan dicocokkan dengan hasil autopsi dan bukti lain yang dikumpulkan penyidik.

“Kami masih memeriksa saksi-saksi dari teman almarhum, dokter yang menangani dan orang tua korban,” katanya.

Hasil pemeriksaan Tim DVI Polda Jawa Tengah akan menjadi salah satu dasar polisi untuk menentukan penyebab kematian serta langkah penyelidikan berikutnya.

Topik Menarik