Heboh! Pagar Besi 2,5 Meter di Sejumlah Mal Besar, Ini Kata Pengusaha dan Polda Metro Jaya
JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan bertujuan memperkuat sistem keamanan sekaligus mengantisipasi aksi demonstrasi.
Menurut Alphonzus, beberapa mal berada di kawasan yang kerap menjadi lokasi unjuk rasa, terutama di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Karena itu, pagar berfungsi sebagai batas pengamanan atau perimeter security ketika terjadi aksi massa.
"Beberapa pusat perbelanjaan berada di dekat lokasi yang sering menjadi tempat demonstrasi. Pagar tersebut juga berfungsi sebagai batas pengamanan atau perimeter security apabila ada aksi demonstrasi," ujar Alphonzus saat ditemui di Kementerian Perdagangan, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Selain alasan keamanan, pagar juga dipasang untuk mengatur arus keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib. Dengan adanya pembatas, akses pengunjung dapat diarahkan melalui pintu-pintu tertentu sehingga tidak mengganggu lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan.
"Tujuan utamanya adalah menertibkan akses keluar-masuk pengunjung. Kalau area terbuka, pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja sehingga berpotensi mengganggu lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan," katanya.
Alphonzus menegaskan penggunaan pagar di pusat perbelanjaan bukan kebijakan baru. Menurutnya, banyak mal di Indonesia telah menerapkan sistem tersebut sejak lama sebagai bagian dari standar pengamanan dan pengelolaan akses pengunjung.
"Sebenarnya banyak pusat perbelanjaan yang sejak awal memang sudah menggunakan pagar. Jadi bukan sesuatu yang baru," ujarnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengaku hingga kini belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana aksi unjuk rasa yang dikaitkan dengan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan kepolisian masih memantau perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi yang ada," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Prediksi Timnas Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Perpisahan Legenda
Meski demikian, polisi tetap melakukan pemantauan secara intensif, termasuk aktivitas di media sosial. Direktorat Reserse Siber bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus memonitor penyebaran flyer maupun ajakan aksi yang beredar di berbagai platform digital.
"Kita akan melihat flyer-flyer ataupun ajakan-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi," ujarnya.
Polisi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan apabila aksi massa benar-benar digelar.










