Prabowo Tegaskan RI Tetap Netral: Indonesia Baik dengan AS, China, Rusia dan Semua Negara

Prabowo Tegaskan RI Tetap Netral: Indonesia Baik dengan AS, China, Rusia dan Semua Negara

Terkini | inews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 17:55
share

JAKARTA, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap mempertahankan politik luar negeri bebas aktif di tengah meningkatnya konflik geopolitik dunia. Menurutnya, Indonesia memilih bersikap netral dan menjalin hubungan baik dengan seluruh negara, termasuk Amerika Serikat (AS), China, Rusia, hingga negara-negara tetangga.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bertemu jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Prabowo mengingatkan bahwa situasi global saat ini berada dalam kondisi yang sangat rawan, dengan berbagai konflik bersenjata yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia.

"Kita masih menghadapi situasi dunia, situasi geopolitik yang sudah sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat," kata Prabowo.

Dia mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang menurutnya telah berlangsung lebih lama dibanding Perang Dunia I dan berpotensi melampaui durasi Perang Dunia II.

"Perang Ukraina mulai tahun 2022, sekarang sudah masuk 2026. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga," ujarnya.
Prabowo mengatakan konflik tersebut telah menelan jutaan korban dan berdampak luas terhadap perekonomian global, mulai dari lonjakan harga pangan hingga energi.

Selain perang di Ukraina, Presiden juga menyoroti konflik yang masih berkecamuk di Gaza, Lebanon, kawasan Timur Tengah, hingga ketegangan di Selat Hormuz. Menurutnya, ancaman perang nuklir juga tidak boleh dianggap remeh.

Di kawasan Asia Tenggara, Prabowo menyinggung konflik di Myanmar serta ketegangan antara Thailand dan Kamboja yang dinilai perlu diselesaikan melalui dialog dan jalan damai.

Meski dunia diwarnai berbagai konflik, Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan memihak blok mana pun. Pemerintah akan terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan hubungan baik bersama seluruh negara.

"Politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik. Our policy is the policy of the good neighbor, we want to be a good neighbor," tegasnya.

Prabowo menambahkan pemerintah terus berupaya mempererat hubungan dengan seluruh negara sahabat, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui rekonsiliasi dan diplomasi.

"Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita. Saya berusaha untuk rekonsiliasi, saya berusaha untuk memberi pendekatan," ucap Prabowo.

Dengan sikap tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama internasional, serta tidak terlibat dalam rivalitas geopolitik maupun aliansi militer di tengah memanasnya situasi global.

Topik Menarik