Badan Tiba-Tiba Memar Biru seperti Dialami Jeje Slebew? Ini Penjelasan Medisnya
JAKARTA, iNews.id – Pengakuan selebgram Jeje Slebew yang mengalami memar kebiruan di sejumlah bagian tubuh tanpa penyebab yang jelas menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video yang viral, Jeje mengaku memar tersebut muncul tiba-tiba setiap bangun tidur dan menduga dirinya menjadi korban santet.
Di sisi lain, banyak warganet justru menyarankan Jeje untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, dari sudut pandang medis, memar yang muncul tanpa benturan yang disadari bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, meski tidak selalu berarti penyakit serius.
Lantas, apa sebenarnya penyebab tubuh tiba-tiba dipenuhi memar biru? Simak penjelasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Memar Terjadi karena Pembuluh Darah Kecil Pecah
Sosok Citra Isramij, Eks Finalis Kontes Kecantikan yang Kini Bersinar di Dunia Pasar Modal dan Padel
Menurut Mayo Clinic, memar (bruise atau ecchymosis) terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah. Darah kemudian merembes ke jaringan sekitar sehingga menimbulkan bercak berwarna biru, ungu, atau kehitaman pada kulit.
Dalam banyak kasus, memar muncul akibat benturan ringan yang mungkin tidak disadari. Namun jika memar sering muncul tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena bisa berkaitan dengan gangguan medis tertentu.
Salah satu penyebab yang perlu dipertimbangkan adalah gangguan pada trombosit, yakni sel darah yang berfungsi membantu proses pembekuan darah.
Ketika jumlah trombosit rendah atau fungsinya terganggu, seseorang bisa mengalami gejala seperti:
- Mudah memar,
- Mimisan,
- Gusi berdarah,
- Muncul bintik merah atau ungu di kulit (petechiae).
Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kondisi tersebut adalah Immune Thrombocytopenia (ITP), yaitu penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit sehingga jumlahnya menurun.
Autoimun Bukan Satu-satunya Penyebab
Banyak komentar di media sosial mengaitkan kondisi Jeje dengan penyakit autoimun. Secara medis, hal itu memang memungkinkan, tetapi tidak bisa dipastikan tanpa pemeriksaan dokter.
Selain ITP, beberapa penyakit autoimun lain juga dapat memengaruhi sistem pembekuan darah atau pembuluh darah sehingga seseorang lebih mudah mengalami memar.
Namun, diagnosis penyakit autoimun tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan foto atau video. Dokter memerlukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
Kemungkinan lain adalah purpura, yaitu kondisi ketika terjadi perdarahan kecil di bawah kulit sehingga muncul bercak ungu yang menyerupai memar.
Purpura bukanlah penyakit, melainkan tanda dari berbagai kondisi medis. Penyebabnya bisa berupa gangguan trombosit, kelainan pembekuan darah, infeksi, peradangan pembuluh darah (vasculitis), hingga efek samping obat-obatan tertentu.
Kekurangan Vitamin hingga Penyakit Hati
Menurut Merck Manual, tubuh yang mudah memar juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, seperti:
- Kekurangan vitamin C
- Kekurangan vitamin K
- Penyakit hati
- Kelainan faktor pembekuan darah
- Penggunaan obat pengencer darah
- Konsumsi kortikosteroid dalam jangka panjang
Karena penyebabnya sangat beragam, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mengetahui sumber masalahnya.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Mayo Clinic menyarankan seseorang segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami:
- Memar muncul berulang tanpa benturan yang jelas,
- Jumlah memar semakin banyak,
- Ukuran memar besar,
- Disertai mimisan atau gusi berdarah,
- Terdapat perdarahan di bagian tubuh lain,
- Kondisi tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang diketahui.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah lengkap, pemeriksaan jumlah trombosit, hingga tes pembekuan darah. Bila diperlukan, pasien juga dapat dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam atau hematologi.










