6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
NEW YORK, iNews.id - Enam kandidat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB mengikuti debat awal, Kamis (23/6/2026). Salah satu dari mereka akan menggantikan Antonio Guterres yang akan lengser pada akhir tahun ini.
Pada periode ini, sekjen PBB yang baru dipilih dari Amerika Latin. Enam kandidat itu adalah Michelle Bachelet dari Cile, Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, Rafael Grossi dari Argentina, Rebeca Grynspan dari Kosta Rika, Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana, dan Macky Sall dari Senegal.
Para kandidat mengikuti debat selama hampir 2 jam, menjawab banyak pertanyaan dari para diplomat, staf PBB, serta perwakilan masyarakat sipil di Aula Majelis Umum.
Para kandidat menjelaskan bagaimana mereka bisa menjadi sekjen terbaik, menyoroti kemampuan dalam menghadapi tantangan konflik global yang sangat sulit dan menantang. Mereka juga digali pegalaman di kancah nasional atau internasional.
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
“Lima tahun dari sekarang, saya tidak ingin ada yang bertanya lagi kepada saya ‘di mana PBB?’ Itu akan menjadi indikator. Saya ingin melihat PBB, yang kembali duduk di meja perundingan, mengenai skenario konflik,” kata Grynspan, seraya menambahkan PBB di bawah kepemimpinannya akan menghasilkan dan memberikan hasil nyata di lapangan.
Sall, mantan presiden Senegal, juga berjanji untuk mengoptimalkan 100 hari pertama jabatannya jika terpilih untuk memulihkan kepercayaan dan menempatkan PBB pada jalur lebih gesit, lebih efektif, dan lebih siap untuk mendengarkan; bertindak, dan menyatukan semua orang di dunia.
Sementara itu Duta Besar Guyana Rodrigues-Birkett bertekad akan menghadapi apa pun tantangan terberat PBB.
“Saya akan menjadi sekretaris jenderal yang akan berusaha, baik itu di Iran, Haiti, Sudan, atau Republik Demokratik Kongo,” ujarnya, dalam acara yang disiarkan Bloomberg.
Selanjutnya, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengatakan akan mengembalikan kredibilitas PBB sebagai badan perdamaian dunia yang dihormati.
“Kita perlu melakukan., memulihkan kredibilitas PBB sebagai juru bicara yang sah, kemudian menggunakan alat-alat yang ada,” kata Grossi.










