Keren! Siswa SD Asal Boyolali Raih Penghargaan NASA usai Temukan Celah Keamanan Sistem

Keren! Siswa SD Asal Boyolali Raih Penghargaan NASA usai Temukan Celah Keamanan Sistem

Terkini | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 16:20
share

BOYOLALI, iNews.id – Prestasi membanggakan diraih Ibrahim Al Abrar (12), siswa kelas VI SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bocah tersebut menerima Letter of Appreciation dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah berhasil menemukan dan melaporkan celah keamanan pada salah satu sistem publik milik lembaga tersebut.

Surat penghargaan dikirim NASA melalui email ke kediaman Ibrahim di Desa Genengsari. Apresiasi diberikan karena laporan kerentanan yang disampaikannya dinilai membantu meningkatkan keamanan sistem melalui mekanisme responsible vulnerability disclosure.

Saat ditemui di rumahnya, Ibrahim mengaku bangga dan tidak menyangka laporannya mendapat tanggapan langsung dari NASA.

"Saya sangat senang bisa mendapat surat penghargaan dari NASA. Awalnya saya hanya ingin belajar dan membantu melaporkan celah keamanan agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Ibrahim, Sabtu (18/7/2026).

Ketertarikan Ibrahim terhadap dunia keamanan siber baru muncul pada awal 2026. Berbekal rekomendasi teman yang dikenalnya secara daring, ia belajar secara mandiri melalui artikel di internet, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta berbagai sumber belajar lainnya.

Semangatnya semakin besar setelah mengetahui ada pelajar Indonesia lain yang lebih dulu memperoleh apresiasi serupa dari NASA. Sejak saat itu, Ibrahim rutin mengirimkan laporan temuan celah keamanan ke berbagai sistem, termasuk milik NASA.

Menurutnya, penghargaan tersebut baru diterima setelah laporan keempat yang dikirim berhasil diverifikasi oleh tim NASA.

Minat Ibrahim terhadap dunia siber bermula dari hobinya bermain gim. Sang ayah kemudian mengarahkannya untuk mempelajari coding dan membuat gim sejak duduk di bangku kelas IV SD. Namun, seiring waktu, Ibrahim justru lebih tertarik mendalami bidang keamanan siber.

"Awalnya belajar coding untuk membuat game. Setelah mengenal cyber security, saya merasa bidang ini lebih menantang. Cita-cita saya ingin menjadi profesional di bidang cyber security," katanya.

Ayah Ibrahim, Aminuddin Salas, menjelaskan bahwa awalnya ia hanya ingin mengalihkan hobi bermain gim putranya menjadi aktivitas yang lebih produktif melalui pembelajaran pemrograman.

"Awalnya saya arahkan supaya tidak hanya bermain game, tetapi belajar membuat game lewat coding. Perjalanannya kami dokumentasikan di media sosial, lalu banyak yang menyarankan Ibrahim mencoba belajar cyber security. Akhirnya dia belajar secara otodidak hingga mampu menemukan celah keamanan pada beberapa sistem, termasuk milik NASA," ujarnya.

Aminuddin yang juga merupakan guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 1 Kemusu mengatakan dirinya hanya memberikan bekal dasar mengenai komputer. Selanjutnya, Ibrahim mengembangkan kemampuannya secara mandiri melalui proses belajar yang konsisten.

Sebelum mendapat penghargaan dari NASA, Ibrahim juga pernah menerima sertifikat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Lampung setelah melaporkan kerentanan pada salah satu sistem elektronik milik pemerintah daerah tersebut.

Prestasi Ibrahim menjadi bukti bahwa usia muda dan berasal dari daerah bukanlah hambatan untuk meraih pengakuan internasional. Dengan semangat belajar dan ketekunan, siswa asal Boyolali itu berhasil menunjukkan kemampuan di bidang teknologi dan keamanan siber hingga diapresiasi oleh NASA. 

Topik Menarik