Ratusan Kepala Sekolah Antusias Ikuti Sosialisasi Sekolah Ramah Anak, Dinilai Bantu Cegah Bullying

Ratusan Kepala Sekolah Antusias Ikuti Sosialisasi Sekolah Ramah Anak, Dinilai Bantu Cegah Bullying

Terkini | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 15:13
share

JAKARTA, iNews.id – Ratusan kepala sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah di DKI Jakarta menyambut positif sosialisasi Sekolah Ramah Anak yang diselenggarakan Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Pemberdayaan (PUSPADAYA).

Program ini dinilai memberikan bekal praktis bagi tenaga pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sekaligus lebih ramah terhadap kebutuhan setiap anak.

Kegiatan yang digelar di Auditorium Rajawali MNC University, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026), itu berfokus pada penguatan kapasitas guru dalam memahami psikologi anak, mencegah perundungan (bullying), hingga menangani kasus kekerasan di lingkungan sekolah.

Salah satu peserta, Kepala SDN Pejaten Timur 07, Andrianto, menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebijakan yang saat ini sedang diterapkan sekolah-sekolah, yakni implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman.

Menurutnya, pemahaman mengenai psikologi anak akan memudahkan guru menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak secara nyata, bukan hanya dari sisi lingkungan fisik, tetapi juga dari aspek emosional dan mental peserta didik.

"Hari ini materinya berkaitan sekali dengan hal tersebut. Jadi nantinya mungkin ketika kami kembali ke sekolah, itu akan mempermudah kami bagaimana mengimplementasikan sekolah aman dan nyaman terutama berkaitan dengan psikologi anak," kata Andrianto.

Ia mengungkapkan, kebutuhan akan pendampingan psikologis sangat dirasakan sekolah yang dipimpinnya. SDN Pejaten Timur 07 berada di kawasan pinggiran Jakarta dengan mayoritas siswa berasal dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, sehingga pendekatan dalam proses belajar tidak bisa disamaratakan.

Menurut Andrianto, sebagian siswa membutuhkan motivasi belajar yang lebih besar, sementara ada pula yang menghadapi persoalan sosial dan keluarga yang berdampak pada semangat belajar mereka.

"Sangat dibutuhkan karena terutama bagi sekolah saya pribadi, itu berada di daerah pinggiran. Banyak juga anak-anak yang tingkat ekonominya masih di bawah, tingkat ekonomi yang kurang baik," ujarnya.

"Nah, dengan hal ini juga kami sangat membutuhkan adanya motivasi untuk anak-anak itu lebih giat belajarnya. Karena masih ada sebagian yang memang tidak ada kepedulian, terutama untuk masuk ke sekolah juga masih agak susah," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai keberadaan layanan psikologi dari Puspadaya dapat menjadi solusi bagi sekolah negeri yang masih memiliki keterbatasan sumber daya, terutama minimnya guru bimbingan dan konseling maupun pendamping profesional bagi anak berkebutuhan khusus.

"Dengan adanya layanan psikologi ini tentu sangat dibutuhkan untuk sekolah. Apalagi di sekolah negeri sangat sulit mendapatkan shadow teacher maupun pendamping profesional bagi anak-anak yang membutuhkan layanan khusus," tuturnya.

Andrianto berharap ke depan sekolah-sekolah negeri dapat memperoleh akses konsultasi psikologis secara berkelanjutan. Layanan tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk menangani kasus bullying, tetapi juga membantu guru mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus sejak dini agar memperoleh metode pembelajaran yang sesuai.

"Harapan ke depan, kami di sekolah negeri ingin ada bantuan layanan. Ketika di sekolah terjadi hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan khusus, kami bisa berkonsultasi. Selain itu, kami juga membutuhkan layanan profesional untuk memastikan kebutuhan anak-anak yang terindikasi berkebutuhan khusus agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya.

Topik Menarik