Danantara Akuisisi 4 Manajer Investasi BUMN, Dana Kelolaan Tembus Rp170 Triliun

Danantara Akuisisi 4 Manajer Investasi BUMN, Dana Kelolaan Tembus Rp170 Triliun

Terkini | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 15:53
share

JAKARTA, iNews.id - Danantara resmi mengakuisisi saham empat perusahaan manajemen investasi milik negara yang secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun. Empat perusahaan tersebut yakni PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM).

PT Danantara Asset Management (DAM) mengambil alih pengendalian empat perusahaan tersebut sebagai bagian dari langkah konsolidasi industri manajemen investasi nasional. Aksi korporasi ini tidak hanya berfokus pada penggabungan kepemilikan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kekuatan baru di sektor pengelolaan aset.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, konsolidasi empat perusahaan tersebut akan menjadi bagian dari proses streamlining yang tengah dilakukan Danantara Indonesia.

"Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," kata Dony dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2027).

Penandatanganan jual beli saham dilakukan pada Rabu (22/7/2026). Melalui konsolidasi tersebut, Danantara menargetkan skala dana kelolaan empat perusahaan pelat merah dapat dioptimalkan sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas bagi investor ritel dan institusi.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia menilai fundamental empat perusahaan yang akan dikonsolidasikan menjadi modal penting bagi entitas baru. Menurut dia, penggabungan tersebut dapat memperkuat daya saing industri manajemen investasi Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

"Kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global," ujar Hardiyanto.

Topik Menarik