Digitalisasi Operasional dan Sistem Keselamatan Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Energi Nasional
JAKARTA, iNews.id - PT Elnusa Petrofin (EPN) menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Cara tersebut di antaranya melalui digitalisasi operasional distribusi dan penguatan sistem keselamatan.
Peningkatan keandalan operasional melalui pemantauan armada secara real time, manajemen risiko perjalanan, serta penerapan standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) untuk memastikan distribusi energi berjalan aman dan andal.
Direktur Operasi dan Marketing Elnusa Petrofin, Ferdiansyah menjelaskan, keberhasilan operasional perusahaan selama 30 tahun tidak terlepas dari komitmen untuk menempatkan keselamatan dan keandalan operasional sebagai prioritas utama.
“Bagi Elnusa Petrofin, operational excellence dan HSSE excellence merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kami membangun sistem, proses, dan budaya kerja yang memastikan setiap distribusi energi dapat berjalan secara aman, tepat waktu, dan andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Ferdiansyah dalam keterangannya dikutip, Sabtu (18/7/2026).
Ferdiansyah menambahkan, pihaknya juga menerapkan transformasi digital yang terus diperkuat. Salah satu implementasinya adalah Road Traffic Control (RTC) yang beroperasi selama 24 jam dan menjadi pusat pemantauan armada distribusi energi secara real-time.
RTC terintegrasi dengan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan lebih dari 2.200 unit CCTV armada yang memungkinkan perusahaan memonitor pergerakan kendaraan, perilaku berkendara, kondisi perjalanan, hingga performa operasional secara menyeluruh melalui dashboard digital yang dapat diakses secara terpusat.
Sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko operasional, perusahaan menerapkan Journey Risk Management pada seluruh armada distribusi energi.
"Sistem ini memungkinkan identifikasi risiko perjalanan sejak tahap perencanaan rute hingga kendaraan tiba di lokasi tujuan. Setiap perjalanan dipantau secara aktif untuk memastikan potensi risiko dapat diantisipasi lebih dini sehingga keselamatan pengemudi, kendaraan, dan muatan tetap terjaga," tuturnya.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan program Fit to Work yang memastikan Awak Mobil Tangki (AMT) berada dalam kondisi siap kerja sebelum menjalankan tugas distribusi.
Program ini didukung oleh pemanfaatan teknologi CCTV pada armada dan pusat monitoring yang memungkinkan pengawasan kondisi pengemudi secara real-time sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kelelahan dan human error.
Komitmen terhadap keselamatan transportasi energi juga diwujudkan melalui penyediaan Rest Area dan Check Point di berbagai jalur distribusi strategis. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik istirahat bagi pengemudi untuk memastikan kecukupan waktu pemulihan selama menjalankan distribusi jarak jauh, sekaligus mendukung peningkatan kewaspadaan dan keselamatan perjalanan.
Selain aspek keselamatan pengemudi, Elnusa Petrofin juga terus memperkuat keandalan armada melalui skema Maintenance Management System (MMS) dan MMS Lite yang dijalankan secara terintegrasi. Program ini didukung kerja sama strategis dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan untuk memastikan standar pemeliharaan armada tetap terjaga.
Proses inspeksi harian kendaraan dilakukan secara berkala dengan dukungan ATPM dan seluruh data pemeliharaan terdokumentasi melalui aplikasi digital Operational Maintenance Information (OMI) sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
Dalam mendukung keamanan distribusi energi, perusahaan juga menerapkan sistem surveillance pada sejumlah kegiatan penyaluran di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) strategis, termasuk di wilayah Jambi, Medan, dan Pontianak. Sistem pengawasan ini menjadi bagian dari penguatan aspek security dan operational control guna memastikan seluruh aktivitas penyaluran berjalan sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku.
Selain itu, operasional perusahaan tidak hanya terlihat pada sektor transportasi energi, tetapi juga pada pengelolaan sarana dan fasilitas energi yang menjadi bagian dari rantai pasok nasional.
Pada berbagai fasilitas seperti SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, serta LPG Terminal Amurang, perusahaan menerapkan pendekatan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) untuk memastikan keandalan aset dan keselamatan proses operasi.
Implementasi PSAIMS tersebut diperkuat melalui pelaksanaan studi risiko seperti Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP) yang dilakukan secara berkala guna mengidentifikasi potensi bahaya, meningkatkan integritas fasilitas, serta memastikan operasional berjalan sesuai standar keselamatan industri migas.
Di sisi lain, Elnusa Petrofin juga terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional melalui berbagai program efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan agenda Net Zero Emissions Indonesia 2060.
“Perjalanan 30 tahun ini merupakan momentum untuk terus bertransformasi. Kami akan terus menghadirkan inovasi, memperkuat keandalan operasional, dan meningkatkan standar keselamatan agar Elnusa Petrofin dapat terus menjadi mitra tepercaya dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.










