Tak Hanya Bikin Rambut Patah, Tidur dengan Rambut Basah Berisiko Infeksi Kulit Kepala

Tak Hanya Bikin Rambut Patah, Tidur dengan Rambut Basah Berisiko Infeksi Kulit Kepala

Gaya Hidup | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 18:02
share

JAKARTA, iNews.id - Banyak orang memilih keramas pada malam hari setelah beraktivitas agar tubuh terasa lebih segar sebelum tidur. Namun, kebiasaan langsung berbaring saat rambut masih basah ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit kepala.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, mengingatkan tidur dengan rambut yang masih basah bukan hanya membuat rambut lebih mudah patah, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi pada kulit kepala. Kondisi lembap yang tercipta setelah keramas menjadi lingkungan yang ideal bagi jamur dan bakteri berkembang biak.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Cecep menjelaskan jamur alami di kulit kepala, Malassezia, dan bakteri Staphylococcus dapat berkembang lebih cepat ketika kulit kepala dan bantal berada dalam kondisi lembap.

"POV: Kebiasaan langsung tidur pas rambut masih basah gini kelihatannya sepele, tapi ternyata bisa munculin masalah ini, jamur kulit kepala Folikulitis," tulis dr. Cecep, dikutip Rabu (8/7/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut dapat memicu munculnya ketombe yang semakin parah hingga folikulitis, yakni peradangan pada folikel rambut. Gangguan ini biasanya ditandai benjolan kecil menyerupai jerawat di kulit kepala yang disertai rasa gatal atau nyeri.

"Makanya bisa muncul ketombe parah sampai folikulitis (radang pori-pori rambut yang bentuknya kayak jerawat kecil). Selain itu, rambut pas basah itu lagi rapuh. Kalo sering kegesek bantal, ujungnya jadi gampang patah," katanya.

Selain meningkatkan risiko infeksi kulit kepala, rambut yang masih basah juga berada dalam kondisi paling rapuh. Gesekan dengan bantal saat tidur dapat membuat batang rambut mudah patah, bercabang, bahkan meningkatkan kerontokan.

Untuk mencegah kondisi tersebut, dr Cecep menyarankan agar rambut dikeringkan terlebih dahulu sebelum tidur. Jika sudah terlalu lelah, setidaknya pastikan kulit kepala dan akar rambut benar-benar kering sehingga kelembapan tidak bertahan terlalu lama.

"Kalo emang kecapean banget, minimal pastiin kulit kepala dan akar rambut kering. Ini penting buat mutus lingkungan lembab. Usahain sering ganti sarung bantal, biar sisa kuman gak numpuk dan balik lagi ke kepala kita," ujarnya.

Selain mengeringkan rambut, menjaga kebersihan sarung bantal juga penting dilakukan. Sarung bantal yang rutin dicuci dapat membantu mengurangi penumpukan kuman yang berpotensi kembali menempel pada kulit kepala.

Dia juga menyarankan penggunaan sarung bantal berbahan sutra atau satin untuk mengurangi gesekan pada rambut saat tidur. Sementara bagi pemilik rambut panjang, mengikat rambut secara longgar dinilai dapat membantu mengurangi tarikan pada akar rambut.

"Pake sarung bantal yang licin buat ngurangin gesekan, jadi rambut gak gampang patah pas kita bolak-balik tidur. Kalo rambutnya panjang, ikat longgar aja. Jangan dijepit kenceng biar akarnya gak ketarik," ucapnya.

Topik Menarik