Jangan Tunggu Payudara Bengkak Baru Pompa ASI, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id – Masih banyak ibu menyusui yang baru memompa ASI ketika payudara sudah terasa penuh atau bahkan bengkak. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada payudara.
Konselor menyusui Desyntia Inten Dwi Lestari mengingatkan bahwa pengosongan payudara sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan menunggu hingga terasa nyeri atau penuh.
"Jangan menunggu sampai payudara terasa sangat penuh. Pengosongan secara rutin penting untuk menjaga produksi ASI tetap optimal," kata Desyntia dalam acara di Jakarta Convention Center (JCC), belum lama ini.
Menurut dia, jika ASI dibiarkan menumpuk terlalu lama, ibu berisiko mengalami sumbatan saluran ASI. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi mastitis atau peradangan pada jaringan payudara yang menimbulkan rasa nyeri, bengkak, hingga demam.
Dalam kasus yang lebih berat, mastitis bahkan dapat berkembang menjadi abses payudara yang memerlukan tindakan medis.
Desyntia menjelaskan, banyak ibu mengira payudara yang terasa penuh merupakan tanda produksi ASI berjalan baik. "Padahal, kondisi tersebut justru bisa menjadi sinyal bahwa ASI perlu segera dikeluarkan," ujar Desyntia.
Selain itu, dia mengatakan masalah menyusui tidak selalu berkaitan dengan jumlah ASI yang diproduksi. Kurangnya pemahaman mengenai teknik menyusui dan memompa ASI yang benar juga menjadi penyebab berbagai keluhan selama masa laktasi.
Bahkan, sekitar 98 persen ibu menyusui pernah mengalami puting lecet atau payudara bengkak selama menjalani proses menyusui.
Karena itu, ibu disarankan memiliki jadwal memompa ASI yang teratur, terutama bagi mereka yang aktif bekerja atau harus beraktivitas di luar rumah. Dengan pengosongan payudara secara rutin, produksi ASI tetap terjaga sekaligus membantu mengurangi risiko komplikasi pada payudara.










