Masih Kuat Olahraga meski Merokok? Dokter Ingatkan VO2 Max Bisa Turun

Masih Kuat Olahraga meski Merokok? Dokter Ingatkan VO2 Max Bisa Turun

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 06:34
share

JAKARTA, iNews.id – Masih banyak orang yang merasa tetap bugar dan mampu berolahraga berat meski memiliki kebiasaan merokok. Namun, dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi menegaskan anggapan tersebut tidak berarti rokok tidak berdampak pada kondisi tubuh.

Menurut dr Tirta, seseorang yang mampu berlari cepat atau memiliki tubuh atletis saat masih merokok justru berpotensi memiliki performa yang jauh lebih baik apabila menghentikan kebiasaan tersebut. Dia menilai manfaat olahraga akan lebih optimal ketika tubuh tidak lagi terpapar asap rokok.

“Kalau Anda membanggakan diri bahwa ‘Saya bisa lari kencang padahal saya ngerokok’ what if kalau rokoknya distop? Maka lari Anda akan tambah kencang,” kata dr Tirta, dikutip Kamis (2/7/2026).

Dia menjelaskan, kebiasaan merokok bertentangan dengan upaya menjaga kebugaran tubuh. Pasalnya, asap rokok dapat memengaruhi VO2 Max atau volume maksimal oksigen yang mampu digunakan tubuh saat melakukan aktivitas fisik.

VO2 Max memiliki peran penting dalam menentukan daya tahan, kapasitas paru-paru, hingga performa seseorang saat berolahraga. Jika fungsi tersebut terganggu akibat paparan asap rokok maupun polusi, maka kemampuan paru-paru dalam memasok oksigen ke tubuh juga akan menurun.

“Ketika Anda menyombongkan diri di media sosial bahwa Anda olahraganya keren, Anda larinya kencang, Anda atletis tapi Anda merokok, itu adalah dua hal yang kontradiktif. Karena ada yang namanya itu VO2 max. Kalau VO2 max itu diganggu dengan asap rokok atau polusi juga, itu juga akan mengganggu kinerja dari paru,” ucapnya.

Sebab itu, dr Tirta mengimbau masyarakat yang gemar berolahraga untuk mulai meninggalkan kebiasaan merokok. Dengan berhenti merokok, tubuh berpeluang memperoleh pasokan oksigen yang lebih optimal sehingga performa olahraga juga dapat meningkat.

“Dan buat teman-teman yang larinya kencang tapi ngerokok, kalau kalian berhenti ngerokok, otomatis insyaallah pasti VO2 max-nya akan lebih bagus, pace-nya akan lebih kencang, angkatannya akan lebih banyak. Itu kalau dari saya,” kata dr Tirta.

Topik Menarik