Sperma Kental Belum Tentu Subur, Dokter: Bisa Jadi Tanda Gangguan Reproduksi

Sperma Kental Belum Tentu Subur, Dokter: Bisa Jadi Tanda Gangguan Reproduksi

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:36
share

JAKARTA, iNews.id – Banyak pria menganggap sperma atau air mani yang kental sebagai tanda kesuburan dan kesehatan reproduksi baik. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria, dr Jefry Tribowo, mengingatkan bahwa air mani yang terlalu kental justru dapat menjadi indikasi adanya gangguan pada organ reproduksi. Hal itu dia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

"Betul sih, di awal-awal air mani seorang pria ketika dia ejakulasi, dia itu akan cenderung kental, bahkan biasanya kayak ada semacam gel-gel gitu ya, hal ini merupakan hal yang normal. Tetapi, yang harus kita pahami ya, air mani yang kental ini dia tidak boleh bertahan lama," kata dr Jefry, dikutip Jumat (26/6/2026).

Dia menjelaskan, air mani memang akan berbentuk seperti gel sesaat setelah ejakulasi sebagai proses fisiologis normal. Namun, dalam waktu kurang dari satu jam, air mani seharusnya mengalami proses pencairan alami atau likuifaksi hingga teksturnya menjadi lebih encer.

Apabila setelah lebih dari satu jam air mani masih tetap kental, kondisi tersebut patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem reproduksi pria.

"Biasanya dia ketika air mani ini didiamkan kurang dari satu jam, dia harusnya sudah bisa mencair sempurna tidak terlalu kental. Kalau misalnya udah ditunggu lebih dari satu jam air maninya ini masih kental, hati-hati ini sudah menjadi kecurigaan ada permasalahan di organ reproduksi kita," ujarnya.

Untuk mengetahui apakah kekentalan air mani masih tergolong normal, dr Jefry menyarankan pria melakukan pengamatan sederhana melalui uji regangan atau viskositas setelah air mani didiamkan sekitar satu jam.

"Jadi, ya idealnya kalau kita mengetahui kekentalan air mani, setelah ditunggu kira-kira satu jam harusnya ketika kita regangkan itu kekentalannya adalah kurang dari dua sentimeter," katanya.

Menurut dr Jefry, apabila air mani dapat ditarik hingga lebih dari dua sentimeter, bahkan mencapai empat hingga enam sentimeter, maka kondisi tersebut menunjukkan hiperviskositas atau air mani yang terlalu kental dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

"Kalau misalnya air mani kalian diregangkan di tangan sampai empat, enam sentimeter, nah ini menunjukkan kalau air maninya itu terlalu kental," katanya.

Topik Menarik