Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
KARAKAS, iNews.id - Venezuela dilanda gempa bumi ganda atau dikenal dengan doublet, Rabu (24/6/2026), demikian hasil analisis Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Keduanya memiliki kekuatan tak jauh berbeda, dimulai magnitudo 7,2 pada pukul 18.04, disusul tak sampai semenit kemudian guncangan M7,5.
Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan korban tewas hingga Kamis pagi waktu setempat mencapai 164 orang dan hampir 1.000 lainnya luka.
Doublet merupakan kondisi di mana dua gempa bumi dengan magnitudo serupa terjadi dalam waktu berdekatan di lokasi yang sama. Gempa kedua bukan guncangan susulan seperti lazim terjadi, melainkan dua gempa berbeda.
Menurut USGS, gempa M7,2 diikuti gempa lebih besar hanya bersela 38 detik.
"(Ini menunjukkan) Proses interaksi patahan yang kompleks," demikian penjelasan USGS, di mana satu gempa membantu memicu gempa bumi lain di dekatnya.
Apa yang terjadi di Venezuela berbeda dengan rangkaian gempa bumi biasa. Umumnya, gempa bumi utama diikuti gempa susulan dengan kekuatan jauh lebih kecil.
Dua gempa besar dalam waktu berdekatan sangat tidak biasa, namun fenomena seperti ini pernah terjadi sebelumnya.
Data USGS mengungkap, Venezuela bagian utara pernah diguncang dilanda gempa ganda pada September 2025, namun lebih kecil dibandingkan guncangan pada Rabu.
Gempa saat itu bermagnitudo 6,2 dan 6,3, namun tetap menyebabkan kerusakan parah serta memakan satu korban jiwa dan lebih dari 100 lainnya luka.
Gempa bumi Turki-Suriah pada Februari 2023, menewaskan lebih dari 55.000 orang, juga merupakan rangkaian gempa ganda.










