Profil Rahadian M Saputra, Pria yang Viral Berkebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran
JAKARTA, iNews.id — Profil Rahadian M Saputra menjadi sorotan publik setelah aksinya mengenakan kebaya perempuan saat mengikuti Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo, viral di media sosial. Polemik tersebut berujung pada permintaan maaf terbuka yang disampaikan Rahadian melalui akun Instagram.
Di tengah ramainya perbincangan, banyak masyarakat yang penasaran dengan sosok Rahadian M Saputra. Siapa teman Paola Serena itu? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Profil Rahadian M Saputra yang Viral di Medsos
Berdasarkan penelusuran dari akun media sosialnya, Rahadian dikenal sebagai kreator konten dan influencer yang aktif membagikan berbagai aktivitas kesehariannya. Dia juga kerap mengunggah konten seputar gaya hidup, fesyen, perjalanan, hingga aktivitas menghadiri berbagai acara budaya dan hiburan.
Nama Rahadian mulai menjadi perhatian luas setelah fotonya saat mengikuti Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran beredar di media sosial. Dalam dokumentasi yang viral, dia tampak mengenakan kebaya hitam lengkap dengan kain batik dan sanggul, busana yang identik dengan peserta perempuan dalam prosesi adat tersebut.
Penampilannya memicu perdebatan publik. Sejumlah budayawan dan pemerhati budaya Jawa menilai tindakannya tidak sesuai dengan pakem busana yang berlaku dalam acara sakral Mangkunegaran. Sementara itu, sebagian warganet menilai persoalan tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap tradisi dan aturan adat yang telah ditetapkan penyelenggara.
Polemik semakin berkembang setelah beredar tanggapan yang dikaitkan dengan Rahadian mengenai pandangannya bahwa pakaian tidak memiliki jenis kelamin. Pernyataan tersebut menuai respons beragam dari masyarakat dan membuat namanya semakin banyak diperbincangkan.
Setelah beberapa hari menjadi sorotan, Rahadian akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui video yang diunggah di Instagram. Dalam pernyataannya, dia mengakui bahwa keputusan mengenakan busana perempuan saat mengikuti acara tersebut merupakan kehendaknya sendiri.
"Saya mengakui sepenuhnya kesalahan saya dalam mengenakan busana wanita pada acara sakral Mangkunegaran beberapa waktu lalu. Keputusan tersebut saya ambil dengan kesadaran dan kehendak saya sendiri," kata Rahadian, dikutip Jumat (19/6/2026).
Dia juga mengakui tindakannya menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap nilai adat dan budaya yang dijunjung dalam tradisi tersebut.
Rahadian menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Mangkunegaran, para budayawan, masyarakat Jawa, serta masyarakat Indonesia yang merasa kecewa dan tersinggung atas tindakannya. Dia juga berjanji menjadikan kritik yang diterimanya sebagai pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang.










