Pengakuan Pemain RD Kongo: Tak Ada Instruksi Jaga Ketat Ronaldo, Dia Sudah Tua
HOUSTON, iNews.id – RD Kongo mencuri sorotan Piala Dunia 2026 usai menahan Portugal dengan skor imbang. Pengakuan jujur gelandang Leopards Ngal’ayel Mukau soal Cristiano Ronaldo langsung mengundang perhatian publik sepak bola dunia.
Mukau menegaskan timnya tidak menyiapkan rencana taktik khusus untuk meredam Ronaldo, meski tetap menaruh respek besar kepada sang megabintang Portugal yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Menurut Mukau, fokus RD Kongo sejak awal laga tertuju pada kekuatan kolektif Portugal, bukan hanya satu figur. Pendekatan itu terbukti efektif saat Leopards tampil disiplin dan mampu meredam agresivitas lawan sepanjang pertandingan.
“Ada rencana khusus untuk menghentikan Cristiano Ronaldo? Sejujurnya tidak. Kami tahu dia tidak sama seperti sebelumnya. Dia sekarang sedikit lebih tua. Namun dia tetap salah satu yang terhebat. Rasa hormat yang besar untuknya,” kata Mukau dikutip dari Bolavip.
Mukau mengakui usia ikut memengaruhi gaya bermain Ronaldo, namun kualitas Portugal tetap berbahaya karena kekuatan mereka tersebar merata di setiap lini. Dia menilai Portugal tidak pernah bergantung pada satu pemain saja.
RD Kongo Melesat Berkat Kekuatan Tim
Hasil imbang melawan Portugal memperpanjang tren positif RD Kongo di Piala Dunia 2026. Leopards tampil sebagai salah satu wakil Afrika paling konsisten sejak fase kualifikasi hingga putaran final.
Perjalanan RD Kongo menuju Piala Dunia diwarnai perjuangan berat. Mereka mencatat kemenangan penting atas Mauritania, Togo, Sudan Selatan.
Mental baja itu berlanjut ke fase gugur. RD Kongo membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Kamerun, lalu menundukkan Nigeria lewat adu penalti demi mengamankan tiket ke panggung dunia.
Kepercayaan diri semakin menguat di fase grup Piala Dunia 2026. RD Kongo kembali menunjukkan organisasi permainan solid saat menahan Portugal.
Mukau menilai hasil tersebut menjadi bukti RD Kongo mampu bersaing melawan tim papan atas dunia tanpa kehilangan identitas sebagai tim yang rendah hati dan kompak.
Dengan momentum yang terus terjaga, Leopards menegaskan kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap turnamen. RD Kongo kini tampil sebagai penantang serius yang siap menyulitkan siapa pun lewat disiplin, ketahanan mental, dan keyakinan kolektif di Piala Dunia 2026.










