Liverpool Umumkan Rekrutan Pertama, Andoni Iraola Punya Senjata Baru!

Liverpool Umumkan Rekrutan Pertama, Andoni Iraola Punya Senjata Baru!

Olahraga | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 14:34
share

HOUSTON, iNews.id – Victor Munoz langsung jadi sorotan usai Liverpool mengaktifkan klausul rilis senilai 40 juta euro atau sekitar Rp819 miliar lebih untuk memboyong winger Timnas Spanyol itu. The Reds mengalahkan minat Newcastle United, Barcelona, hingga Real Madrid.

Kepindahan Munoz menjadi pernyataan keras Liverpool di bursa transfer. Pemain berusia 22 tahun tersebut direkrut setelah tampil eksplosif bersama Osasuna di La Liga musim lalu dan masuk radar banyak raksasa Eropa.

Munoz menjalani musim penuh pertamanya di level elite dengan impresif. Dia mencatat 36 penampilan di La Liga, menyumbang tujuh gol dan lima assist, statistik yang membuat namanya melesat cepat di Spanyol.

Osasuna merekrut Munoz dari Real Madrid pada Juli tahun lalu dengan biaya awal 5 juta euro plus potensi bonus 1 juta euro. Dalam kesepakatan itu, Real Madrid menyisipkan klausul pembelian kembali selama tiga musim berikutnya, termasuk opsi tebus murah 8 juta euro pada musim panas ini.

Barcelona sempat mempertimbangkan langkah konkret, sementara Newcastle United sudah membuka komunikasi dengan Osasuna. Namun Liverpool bergerak cepat dan langsung menebus klausul rilis penuh sang pemain.

Winger Cepat, Berani, dan Agresif

Munoz dikenal sebagai tipe winger klasik. Dia cepat, eksplosif, berani duel satu lawan satu, serta gemar menusuk hingga garis akhir. Data menunjukkan dia berada di persentil ke-98 untuk jumlah dribel sukses per 100 sentuhan di lima liga top Eropa.

Sekitar sepertiga progresi bolanya tergolong progresif. Dia kerap membawa bola ke area berbahaya, memainkan umpan pendek cepat, dan tak ragu melepaskan tembakan ketika ruang terbuka.

Sistem Osasuna yang mengandalkan serangan langsung memberi ruang ideal bagi Munoz. Bermain di sisi kiri formasi 4-2-3-1, dia sering menjadi outlet utama saat transisi cepat maupun skema serangan balik.

Dalam kemenangan 1-0 atas Girona pada 21 Maret, Munoz mencoba delapan dribel dan melepaskan tujuh tembakan. Dia menerima 20 umpan progresif dan aktif bekerja sama dengan bek kiri Javi Galan.

Kontribusinya semakin optimal dengan dukungan Aimar Oroz yang rajin bergerak ke sisi kiri serta Ante Budimir sebagai target man. Munoz sukses mengisi kekosongan agresivitas sayap yang ditinggalkan Abde Ezzalzouli.

Munoz juga dikenal pekerja keras tanpa bola. Dia sering turun menjemput bola, menarik tim naik ke depan, lalu memindahkan permainan ke sisi berlawanan untuk membuka ruang.

Dalam laga melawan Atletico Madrid pada Oktober, Munoz menunjukkan kekuatan utama lain. Dia mampu berputar cepat di ruang sempit, melewati Robin Le Normand, lalu menusuk ke tengah untuk melepaskan tembakan.

Ambisinya terkadang berlebihan. Dia masih gemar mengambil tembakan jarak jauh dengan peluang kecil. Namun kebebasan bermain tersebut memberi dampak besar pada produktivitas Osasuna di musim debutnya.

Aksi penentunya terlihat saat mencetak gol di masa tambahan waktu melawan Rayo Vallecano. Munoz lolos dari tekanan di area sempit, memanfaatkan kecepatan, lalu menuntaskan peluang yang sempat terdefleksi kiper.

Munoz piawai menembak dengan kaki dominan maupun non-dominan. Dia pernah mencetak gol melengkung dari jarak 28 meter, mencetak gol sudut sempit dengan kaki kiri, serta mencetak dua gol sundulan meski tinggi badannya hanya 173 cm.

Liverpool melihat Munoz sebagai solusi jangka panjang untuk memecah pertahanan rapat, terutama dalam situasi dominasi penguasaan bola. Akselerasi, keberanian, dan variasi tembakan jadi senjata utama.

Munoz akan menandatangani kontrak enam tahun dan menjadi rekrutan pertama Liverpool sejak pergantian pelatih kepala awal Juni. Dengan Mohamed Salah hengkang jelang Piala Dunia, lini depan Liverpool kini memasuki era baru.

Topik Menarik