Demo Mahasiswa Amarah Brawijaya di DPRD Kota Malang Ricuh, Dipicu Bakar Bak

Demo Mahasiswa Amarah Brawijaya di DPRD Kota Malang Ricuh, Dipicu Bakar Bak

Nasional | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 17:50
share

MALANG, iNews.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Amarah Brawijaya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Aksi unjuk rasa besar-besaran ini sempat diwarnai kericuhan saat massa membakar bak di depan pintu gerbang kantor wakil rakyat tersebut.

Akibat membeludaknya massa aksi yang bertahan di badan jalan, arus lalu lintas di kawasan Jalan Tugu terpaksa ditutup total. Satlantas Polresta Malang Kota langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas dan pengalihan jalur guna menghindari kemacetan panjang. 

Sejak siang hari, massa mahasiswa langsung memasang barikade di depan gedung Dewan. Mereka menggelar mimbar bebas dan secara bergantian meneriakkan orasi ilmiah serta kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan pusat. 

Situasi sempat memanas ketika massa mulai melakukan aksi teatrikal. Mereka mengumpulkan material dan membakar sebuah bak tepat di depan pintu gerbang utama Kantor DPRD Kota Malang sebagai simbol kekecewaan dan protes keras terhadap kebijakan negara. 

Melihat situasi yang semakin padat, perwakilan dari DPRD Kota Malang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD akhirnya keluar untuk menemui ratusan massa aksi di jalanan. 

Ada 5 poin tuntutan utama yang dideklarasikan oleh Aliansi Amarah Brawijaya di antaranya menuntut keterbukaan informasi publik secara menyeluruh terkait tata kelola anggaran pendapatan dan belanja negara. Mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harga kebutuhan pokok yang kian melambung.

Selain itu, menolak keras segala bentuk kebijakan yang berpotensi mengembalikan peran dwifungsi kepolisian di tubuh birokrasi dan publik. 

Hingga sore hari, aksi unjuk rasa masih berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Perwakilan DPRD Kota Malang menyatakan telah menerima berkas tuntutan mahasiswa dan berkomitmen untuk meneruskannya ke tingkat pemerintah pusat serta DPR.

Topik Menarik