DBL 2026-2027 Makin Besar! Ribuan Pelajar Siap Ramaikan Basket dan Dance Terbesar di Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Developmental Basketball League (DBL) Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai wadah pengembangan generasi muda dengan memasuki musim kompetisi 2026-2027. Setelah lebih dari dua dekade berjalan, ajang ini tidak hanya menjadi panggung basket pelajar terbesar, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas dan prestasi anak muda di berbagai daerah.
Selama 22 tahun, DBL berkembang menjadi salah satu ekosistem olahraga pelajar terbesar di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya menghadirkan pertandingan basket, tetapi juga membuka peluang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, membangun karakter, dan memperluas jaringan pertemanan.
Dukungan yang hadir pada musim 2026-2027 mencakup seluruh elemen yang terlibat dalam kompetisi. Mulai dari pemain basket, peserta dance, hingga para suporter yang memadati arena pertandingan selama musim berlangsung.
Marketing Director Aqua, Adisti Nirmala, menilai DBL telah berhasil menjadi ruang positif bagi jutaan pelajar di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, pihaknya ingin ikut mendukung perjalanan para peserta selama mengikuti kompetisi.
"Sebagai hydration partner, kami ingin hadir mendampingi para pelajar yang aktif berlatih dan berkompetisi, baik di lapangan basket, di panggung dance, maupun di tribun suporter. Bahkan sejak mereka melakukan persiapan dari rumah bersama orang tua maupun di sekolah dengan pendampingan guru," ujar Adisti dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Dia menambahkan dukungan tersebut diharapkan membantu para pelajar tetap fokus dan siap menghadapi berbagai tantangan selama menjalani aktivitas yang padat.
DBL Dance Terus Cetak Talenta Muda
Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, menyambut positif kerja sama yang terjalin pada musim baru. Menurut dia, kebutuhan menjaga kondisi fisik menjadi bagian penting dari aktivitas para peserta yang terlibat dalam kompetisi.
“Kami sangat senang menyambut Aqua sebagai bagian dari ekosistem DBL. Anak-anak di DBL adalah generasi yang sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan dukungan penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang penting,” kata Masany.
Hasil AVC Mens Volleyball Champions League 2026: Jakarta Garuda Jaya Terhenti di Perempatfinal!
Selain basket, DBL Dance juga terus berkembang menjadi salah satu kompetisi dance pelajar terbesar di Asia Tenggara. Setiap musim, ajang tersebut melibatkan ratusan tim dengan lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Prestasi DBL Dance juga tercatat dalam sejarah. Pada 2018, kompetisi ini meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai ajang dance dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. Sejumlah talenta yang tampil di panggung ini kemudian berhasil meniti karier di industri hiburan.
Alumni dancer SMA IPEKA Puri Jakarta, Valencia Stephanie Hadasaah, mengaku mendapat banyak pengalaman selama mengikuti DBL Dance. Menurut dia, ajang tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan, tetapi juga kesempatan membangun relasi dengan peserta dari berbagai sekolah.
“Atmosfer kompetisi DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Sebab selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bertemu teman-teman baru dari berbagai sekolah,” ujar Valencia.
Semangat serupa juga disampaikan Nichola Jonathan Tjahjamulia dari SMA Santa Theresia Jakarta. Dia mengaku tidak sabar kembali tampil pada musim baru setelah merasakan atmosfer kompetisi yang berbeda dibanding ajang lain.
“Saya sangat antusias untuk kembali tampil. Atmosfer kompetisinya luar biasa dan membuat kami semakin termotivasi untuk mempersiapkan penampilan terbaik melalui latihan yang konsisten,” kata Nichola.
Sementara itu, pelatih SMA IPEKA Puri Indah Jakarta, Ananda Daniel, menilai DBL Dance memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan bakat pelajar. Dia berharap semakin banyak anak muda memanfaatkan kompetisi tersebut sebagai ruang untuk berkembang sekaligus membangun kepercayaan diri.
"Sebagai seseorang yang dulunya juga memulai tari di level SMA, saya sangat senang karena pelajar jadi punya platform untuk berkompetisi. DBL Dance adalah ajang pertama yang saya ikuti sejak SMA, tepatnya saat masih bersekolah di SMA Don Bosco Padang. Ajang ini membuat saya sadar bahwa saya sesenang itu akan menari, dan semoga semua pelajar dengan passion yang sama bisa memanfaatkan platform ini sebagai ruang kompetisi yang positif sekaligus proses pengembangan diri,” tukas Daniel.









