Gejala Serangan Jantung yang Dialami Haji Bolot, Jangan Disepelekan!

Gejala Serangan Jantung yang Dialami Haji Bolot, Jangan Disepelekan!

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 12 Juni 2026 - 11:32
share

JAKARTA, iNews.id - Kabar pelawak senior Haji Bolot yang menjalani perawatan intensif akibat serangan jantung menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada. Pasalnya, sebelum dilarikan ke rumah sakit, pelawak berusia 83 tahun itu diketahui sempat mengeluhkan sesak dada.

Menurut asistennya, Wahyu Ramadhan, keluhan tersebut muncul secara mendadak pada 28 Mei lalu. Haji Bolot bahkan meminta sendiri untuk segera dibawa ke dokter, karena merasa tidak nyaman di bagian dada.

Dokter menyebut nyeri atau rasa tidak nyaman di dada merupakan salah satu tanda paling umum dari serangan jantung. Keluhan ini dapat berupa tekanan, rasa tertindih benda berat, panas, hingga sensasi sesak yang berlangsung beberapa menit atau hilang timbul.

Selain nyeri dada, serangan jantung juga dapat disertai gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, tubuh terasa lemas, hingga nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung.

Pada sebagian orang, terutama lansia, wanita, dan penderita diabetes, gejalanya bahkan bisa lebih samar. Beberapa hanya merasakan kelelahan yang tidak biasa, gangguan pencernaan, atau sesak napas tanpa disertai nyeri dada yang khas.

Karena itu, keluhan sesak dada tidak boleh dianggap sepele, terutama jika muncul tiba-tiba atau disertai faktor risiko seperti usia lanjut, kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, maupun riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Dalam kasus Haji Bolot, keluarga mengungkapkan bahwa sang komedian tidak memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya. Namun, faktor usia dan kebiasaan merokok dalam jangka panjang diduga menjadi salah satu pemicu munculnya gangguan pada jantung.

Jika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung, tindakan cepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi hingga kematian. Segera cari pertolongan medis atau hubungi layanan darurat agar pasien mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Topik Menarik