Kenapa Nonton Film Porno Bikin Otak Susah Fokus?

Kenapa Nonton Film Porno Bikin Otak Susah Fokus?

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 12 Juni 2026 - 02:06
share

JAKARTA – Kebiasaan mengonsumsi konten pornografi tidak hanya berdampak pada perilaku, tetapi juga dapat memengaruhi cara kerja otak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan pornografi yang berlebihan berpotensi menurunkan kemampuan fokus, kontrol diri, hingga motivasi seseorang dalam jangka panjang.

Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, Agustino Zulys, menjelaskan bahwa dampak pornografi tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, efeknya dapat muncul secara bertahap dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kemampuan berkonsentrasi dan produktivitas.

“Pornografi tidak membunuhmu hari ini, tapi diam-diam mencuri fokusmu, motivasimu, bahkan masa depanmu,” kata Prof. Zulys dalam unggahan video di akun Instagramnya.

Cara Kerja Otak

Menurutnya, otak manusia secara alami tertarik pada tiga hal, yakni sesuatu yang baru, hal yang menyenangkan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan reproduksi. Konten pornografi dinilai menggabungkan ketiga unsur tersebut sekaligus.

“Pornografi menggabungkan ketiganya. Setiap kali melihat pornografi, otak melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang memunculkan rasa senang dan mendorong seseorang untuk mengulang perilaku tersebut,” jelasnya.

Kondisi ini semakin diperkuat oleh kemudahan akses internet yang memungkinkan seseorang memperoleh berbagai jenis konten secara cepat dan tanpa batas. Akibatnya, otak terus-menerus menerima rangsangan yang tinggi.

“Masalahnya, internet menyediakan stimulus tanpa batas. Satu klik, ratusan video, ribuan variasi. Akibatnya, otak mengalami desensitisasi atau penurunan sensitivitas. Sesuatu yang sebelumnya dianggap menarik lama-kelamaan terasa biasa saja,” ujarnya.

Ketika hal tersebut terjadi, seseorang cenderung membutuhkan rangsangan yang lebih kuat atau durasi yang lebih lama untuk mendapatkan tingkat kepuasan yang sama. Kondisi inilah yang sering dikaitkan dengan perilaku adiktif.

Prof. Zulys juga mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menemukan adanya perubahan pada bagian otak yang berperan dalam kontrol diri dan regulasi emosi, yaitu prefrontal cortex, pada individu yang mengalami kecanduan pornografi.

“Penelitian dari Max Planck Institute di Jerman menemukan bahwa semakin tinggi konsumsi pornografi, semakin lemah konektivitas antara pusat penghargaan (reward center) dan pusat kontrol diri di otak. Sederhananya, dorongan untuk mencari kesenangan menjadi lebih kuat, sementara kemampuan mengendalikan diri justru melemah,” katanya.

Dampaknya, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan usaha jangka panjang bisa terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.

“Akibatnya, belajar terasa membosankan, menghafal pelajaran terasa berat, hubungan sosial terasa hambar, dan hidup makin dikuasai kesenangan instan,” tambahnya.

Topik Menarik