Kapal BUMDes Angkut 14 Ton Sembako Tenggelam di Perairan Probolinggo

Kapal BUMDes Angkut 14 Ton Sembako Tenggelam di Perairan Probolinggo

Nasional | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 16:14
share

PROBOLINGGO, iNews.id – Kapal motor Bahari Makmur berkapasitas Gross Tonage (GT) 7 milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Ketapang tenggelam di perairan Probolinggo. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun belasan ton paket sembako bantuan warga tumpah dan hanyut di lautan.

Muatan yang ikut tenggelam bersama badan kapal terdiri atas 8 ton beras dan minyak goreng kemasan sebanyak 6.000 liter atau setara dengan 6 ton. Seluruh komoditas pangan bernilai puluhan juta rupiah tersebut dipastikan rusak dan tersapu arus laut.

Sedangkan nakhoda beserta seluruh kru kapal yang berada di atas manifes berhasil diselamatkan. Mereka dievakuasi para nelayan dan kapal rekanan lain yang kebetulan melintas berdekatan di lokasi kejadian.

Kronologi peristiwa bermula saat sebuah konvoi yang terdiri atas empat unit kapal motor bertolak secara bersamaan dari pelabuhan rakyat Tanjung Tembaga, Probolinggo. Keempat armada laut tersebut mengemban misi kemanusiaan untuk mengangkut paket bantuan sembako yang ditujukan bagi masyarakat kepulauan.

Namun nahas, kapal Bahari Makmur yang berada di posisi paling buncit atau urutan terakhir, mendadak oleng dan terbalik saat baru berlayar sejauh dua mil laut dari bibir dermaga pelabuhan.

Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, insiden terbaliknya kapal dipicu oleh kelebihan muatan (overkapasitas). Kapal BUMDes tersebut diketahui mengangkut total beban logistik mencapai 14 ton, padahal daya tampung atau batas aman kapasitas maksimal kapal GT 7 tersebut terhitung hanya berkisar di angka 7 ton.

Kasi Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Tembaga, Hendra Yulispriyanto, membenarkan adanya faktor kelalaian terkait kapasitas muat dalam insiden kecelakaan laut ini.

"Kapal tersebut merupakan armada milik BUMDes yang mengangkut bantuan beras dan minyak goreng. Kejadiannya sekitar dua mil dari dermaga,” katanya. 

Dia mengatakan, penyebab tenggelamnya kapal milik BUMDes tersebut diduga karena muatan yang melebihi batas ketentuan. Seharusnya sesuai manifes hanya 7 ton, namun kapal itu mengangkut 14 ton. 

Topik Menarik