China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

Terkini | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 09:42
share

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah perusahaan dari Negeri Tirai Bambu, China mulai membidik proyek penyimpan listrik PLTS di Indonesia. Salah satunya adalah proyek 100 gigawatt (GW) PLTS. 

Diketahui, Presiden Prabowo berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW). Namun, proyek itu dinilai berpotensi menghadapi tantangan besar jika tidak dibarengi dengan pengembangan teknologi penyimpanan energi atau energy storage system (ESS). 

Sekretaris Jenderal EESA (Energy Storage and Smart Energy), Rene Duan mengatakan, teknologi tersebut dinilai menjadi komponen kunci untuk menjaga keandalan pasokan listrik di tengah meningkatnya penetrasi energi terbarukan.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan energi bersih. Melalui EESA Summit Indonesia ini, kami berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia sehingga dapat mewujudkan sistem energi masa depan yang andal dan ramah lingkungan," ujar Rene dalam acara ESSA Summit di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan energi terbarukan, khususnya tenaga surya. Namun, karakter energi surya yang bergantung pada kondisi cuaca membuat sistem penyimpanan energi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Sehingga untuk mengatasi sifat pasokan energi surya dan angin yang tidak menentu, teknologi penyimpanan energi serta sistem microgrid menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang stabil, andal, dan efisien di seluruh wilayah Nusantara. 

Chief Operating Officer Seven Event, Agus Riyadi, mengatakan pengembangan teknologi penyimpanan energi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas energi baru terbarukan agar target transisi energi nasional dapat tercapai.

Menurutnya, kerja sama antara Indonesia dan China dalam bidang teknologi penyimpanan energi dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih di dalam negeri.

"Kami berharap sinergi yang kuat antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya melalui pemanfaatan inovasi teknologi penyimpanan energi, dapat mempercepat pencapaian target transisi energi bersih serta mendukung ketahanan energi nasional yang andal dan berkelanjutan," ujar Agus. 

Kebutuhan penyimpanan energi diperkirakan akan semakin

Topik Menarik