Warga Keluhkan Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250: Benar-Benar Memberatkan!

Warga Keluhkan Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250: Benar-Benar Memberatkan!

Terkini | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 10:56
share

JAKARTA, iNews.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu (10/6/2026) menuai reaksi dari masyarakat. Kenaikan itu dinilai sangat memberatkan, terutama bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol).

Pengemudi ojol yang tinggal di Tambak, Manggarai, Syahrul, mengaku kenaikan harga Pertamax berdampak langsung terhadap biaya operasional sehari-harinya.

"Kalau buat kita sebagai pekerja ojol, sangat memberatkan. Soalnya, biasa kita pakai harga sesuai itu, eh tiba-tiba naik, karena benar-benar memberatkan gitu, Pak," kata Syahrul saat diwawancarai di SPBU Pertamina di kawasan Ampera, Jakarta Selatan.

Menurutnya, penghasilan sebagai pengemudi ojol tidak menentu sehingga kenaikan biaya bahan bakar menjadi tantangan tersendiri. Ia mengatakan pendapatan harian sangat bergantung pada jumlah order yang diterima.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Syahrul mengaku akan mencari sumber pendapatan tambahan di luar pekerjaan utamanya sebagai pengemudi ojol.

"Paling kita ya misalkan ada sampingan yang lain buat kita selain ojol, misalkan, selain ngojek, ya kita ambil, Pak, gitu kan. Tapi kalau gak ada yaitu ya, mau gak mau kita siasatin sendiri juga dengan cara lain," sebutnya.

Syahrul pun berharap pemerintah dapat menahan laju kenaikan harga BBM di masa mendatang agar tidak semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

"Buat kita ya, jangan terlalu tinggi lah, jangan terlalu dinaikin, karena banyak masyarakat di bawah, khususnya kita para ojol gitu kan, atau yang di bawah ojol gitu kan, kalau bisa jangan naik," tutupnya.

Keluhan serupa disampaikan Ijong, warga Kebayoran yang mengaku sesekali menggunakan Pertamax meski sehari-hari lebih sering memakai Pertalite. Ia menilai kenaikan harga Pertamax hingga menembus Rp16.250 per liter terlalu drastis dan memberatkan masyarakat.

"Harusnya naiknya perlahan dulu. Kayak Rp1.000, Rp2.000. Cuma kalau langsung ke Rp16.000 sih kalau saya rasa sih ya rakyat juga (berat)," ujarnya.

Ijong menambahkan masyarakat kini harus kembali mengatur pengeluaran rumah tangga agar dapat beradaptasi dengan kenaikan harga BBM.

"Mau nggak mau kita putar otak lagi sih. Kayak pengeluaran kita coba manage lagi, kita kita atur lagi sih kalau kalau kayak gitu sih ke depannya," lanjut Ijong.

Ia berharap pemerintah lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dalam mengambil kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, berdasarkan laman resmi Pertamina, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter mulai 10 Juni 2026.

Topik Menarik