Purbaya soal Prabowo Nombok Biaya Dinas Luar Negeri: Gak Ada Aturannya, Boleh Saja
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai anggaran perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Prabowo disebut sampai harus mengeluarkan dana pribadi untuk menanggung kelebihan ongkos operasional.
Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepenuhnya mengacu pada penjelasan resmi dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
"Saya enggak bisa jawab pertanyaan itu, kan Pak Teddy sudah menjelaskan, ya kita pegang pernyataan Pak Teddy. Enggak ada aturannya," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Kendati regulasi resmi tidak mengatur mekanisme tersebut, Purbaya menilai keputusan seorang Kepala Negara untuk mengeluarkan uang pribadi demi menutup kekurangan biaya dinas sah dilakukan.
"Kalau saya punya duit, terus saya pergi, terus misalnya saya nombok enggak boleh? Secara logika boleh saja kalau mau nombok," tegas Purbaya.
Lebih lanjut, Bendahara Negara ini menjamin seluruh pendanaan untuk keperluan dinas Kepala Negara telah dialokasikan secara terstruktur di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Landasan hukum penganggaran tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 66 Tahun 2020.
Meskipun demikian, Purbaya menggarisbawahi perincian angka atau nominal anggaran tersebut dikategorikan sebagai dokumen rahasia negara yang tidak dapat dipublikasikan kepada khalayak luas secara sembarangan.
"Ada pasti dianggarkan. Anda mau lihat rahasia presiden? Ya enggak bolehlah. Kita tahu angkanya. Cuma Anda tanya ke Sesneg (Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi) saja kalau mau jawaban yang pasti," ucap dia.
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Kepala Negara. Hal tersebut disampaikan Teddy sekaligus menjawab atas masukan yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri presiden.
Teddy awalnya mengapresiasi masukan yang disampaikan Dino. Menurutnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut sebagai diplomat yang memiliki pandangan cermat dan terstruktur.
"Kemudian berikutnya, karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," ucap Teddy melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).
Teddy kemudian menjelaskan terkait pembiayaan kunjungan luar negeri Prabowo yang menurutnya kerap menjadi perhatian publik. Dia memastikan, segala kelebihan biaya yang telah ditetapkan oleh negara, itu ditanggung oleh Prabowo sejak awal.
"Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," tuturnya.










