Purbaya Bakal Usut Klaim Daya Beli di Warteg Lesu: Saya Baru Dengar Tuh

Purbaya Bakal Usut Klaim Daya Beli di Warteg Lesu: Saya Baru Dengar Tuh

Terkini | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 20:23
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi klaim penurunan daya beli masyarakat di sejumlah warung tegal (warteg). Konsumen disebut mulai memangkas porsi pembelian lauk-pauk berharga mahal.

Purbaya mengaku terkejut mendengar kabar tersebut, mengingat indikator data agregat yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejauh ini masih merekam performa konsumsi yang cukup solid.

"Nanti saya cek lagi, tapi harus hati-hati. Saya baru dengar sekarang tuh ada fenomena lesunya daya beli di warteg," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dia berkomitmen untuk menelusuri lebih dalam guna memvalidasi kebenaran dari pergeseran pola konsumsi tersebut.

"Saya sih akan investigasi, betul enggak kondisinya seperti itu. Tapi harus hati-hati. Karena kalau data yang lain kan kelihatan yang agregat tuh tumbuhnya kencang semua. Belanja juga tumbuhnya masih kencang," jelas Purbaya.

Purbaya membandingkan isu tersebut dengan pengamatan langsungnya di area pedesaan. Aktivitas konsumsi dinilai masih bergeliat tinggi yang ditandai oleh padatnya pengunjung di beberapa tempat makan.

"Tapi kalau kita jalan ke kampung-kampung, semuanya rame loh. Kemarin saya makan cabai hijau masih rame," tutur Purbaya.

Oleh karena itu, dia mengingatkan semua pihak agar tidak tergesa-gesa dalam menggeneralisasi temuan kasus berskala mikro di lapangan menjadi kesimpulan kondisi ekonomi secara nasional.

"Jadi hati-hati menerjemahkan data. Saya bukannya anti, tetap saya akan periksa. Tapi jangan sampai simpulkan satu atau dua di tempat, terus artinya semuanya seperti itu. Belum tentu. Saya pernah dikritik sama profesor-profesor saya, ketika melakukan hal seperti itu," ucap dia.

Kendati demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam jika hasil investigasi internal benar-benar menemukan adanya pelemahan daya beli pada sektor riil tersebut.

"Kalau memang benar ada fenomena itu, di warteg ada perubahan konsumsi, saya akan tambah lagi stimulus kepada perekonomian, itu akan memberi daya beli tambahan ke masyarakat," ucap Purbaya.

Topik Menarik