Latihan Otot Kaki Bisa Bakar Banyak Kalori dan Picu Hormon Penting, Begini Kata Dokter

Latihan Otot Kaki Bisa Bakar Banyak Kalori dan Picu Hormon Penting, Begini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 23:05
share

JAKARTA, iNews.id – Banyak orang lebih fokus melatih otot lengan, dada, atau perut saat berolahraga. Padahal, melatih otot kaki ternyata memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi tubuh, mulai dari membantu pembakaran kalori hingga mendukung keseimbangan hormon.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata, mengungkapkan bahwa otot kaki merupakan kelompok otot terbesar dalam tubuh manusia. Karena ukurannya yang besar, latihan pada area tersebut membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan latihan pada kelompok otot yang lebih kecil.

Melalui akun X miliknya, @AdamPrabata, dia menjelaskan bahwa otot memiliki laju metabolisme yang lebih tinggi dibandingkan jaringan lemak. Sebab itu, melatih otot kaki dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar selama berolahraga.

“Otot kaki adalah kelompok otot terbesar di tubuh manusia. Otot memiliki laju metabolisme lebih tinggi daripada jaringan lemak. Saat melatih otot kaki dengan latihan berat, tubuh akan membakar lebih banyak kalori selama latihan dibandingkan melatih otot kecil, misalnya otot bisep atau otot dada saja,” ujarnya.

Manfaat tersebut ternyata tidak berhenti ketika sesi olahraga selesai. Menurut dr. Adam, tubuh masih terus membakar energi setelah latihan berakhir melalui fenomena yang dikenal sebagai Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC) atau peningkatan konsumsi oksigen pascaolahraga.

Selain itu, latihan kaki yang dilakukan secara rutin juga dapat meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme saat tubuh sedang beristirahat. Kondisi ini terjadi karena bertambahnya massa otot yang aktif secara metabolik sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankannya.

Tak hanya berpengaruh terhadap pengaturan berat badan, latihan kaki juga berkaitan dengan produksi hormon penting dalam tubuh. Dr. Adam mengatakan latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi dapat memicu respons hormonal akut berupa peningkatan sementara hormon testosteron dan growth hormone (GH).

“Latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi bisa memicu respons hormonal akut, yaitu lonjakan testosteron dan growth hormone (GH) pasca-latihan,” jelasnya.

Meski peningkatan hormon tersebut bersifat sementara dan umumnya berlangsung sekitar 15 hingga 60 menit setelah latihan, dia menilai kebiasaan berolahraga secara konsisten tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang.

Sebab itu, dr Adam mengingatkan agar latihan kaki tidak diabaikan saat berolahraga. Selain membantu meningkatkan kebugaran dan pembakaran kalori, latihan ini juga berperan dalam menjaga fungsi metabolisme tubuh serta mendukung kesehatan hormon secara keseluruhan.

Topik Menarik