Mantan Mata-Mata Israel Prediksi Mesir dan Turki Jadi Target Serangan Berikutnya Setelah Iran

Mantan Mata-Mata Israel Prediksi Mesir dan Turki Jadi Target Serangan Berikutnya Setelah Iran

Terkini | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 15:13
share

TEL AVIV, iNews.id – Pernyataan mantan agen mata-mata Israel-Amerika Serikat (AS), Jonathan Pollard, memicu perhatian luas setelah ia mengisyaratkan kemungkinan konflik Israel dengan Turki dan Mesir di masa mendatang. Komentar tersebut disampaikan dalam sebuah podcast yang disiarkan media Israel, Arutz Sheva.

Pollard menilai Israel perlu bersiap menghadapi potensi konflik baru di kawasan Timur Tengah setelah ketegangan dengan Iran. Menurutnya, tantangan berikutnya yang mungkin dihadapi Israel dapat melibatkan Turki maupun Mesir.

"Saya tidak yakin kita akan memiliki waktu yang semudah yang kita miliki dengan Iran dalam berurusan dengan Turki. Kita harus bersiap untuk perang berikutnya, yang mungkin akan melawan Turki dan Mesir. Badai akan datang," ujar Pollard seperti dikutip Middle East Eye.

Pernyataan tersebut segera memicu spekulasi dan perdebatan karena kedua negara selama ini memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, meskipun dalam beberapa tahun terakhir hubungan tersebut mengalami tekanan akibat konflik di Gaza.

Pollard juga menyoroti situasi di Suriah. Ia memperingatkan Israel agar tidak membiarkan pemerintahan transisi yang didukung Turki memperluas pengaruhnya ke wilayah selatan Suriah yang saat ini berada di bawah kendali militer Israel.

Sosok Pollard sendiri bukan figur biasa dalam politik Israel. Ia pernah dipenjara selama 30 tahun di Amerika Serikat setelah terbukti menyerahkan dokumen rahasia AS kepada Israel pada 1984. Setelah dibebaskan pada 2015, ia pindah ke Israel dan memperoleh kewarganegaraan negara tersebut.

Sejak menetap di Israel, Pollard dikenal dekat dengan sejumlah tokoh politik sayap kanan, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir. Namun, pandangannya dalam podcast tersebut tidak mewakili kebijakan resmi pemerintah Israel.

Hubungan Israel dan Turki sejatinya telah terjalin sejak lama. Turki menjadi negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel pada 1949. Namun hubungan kedua negara memburuk setelah insiden Mavi Marmara pada 2010 dan semakin tegang sejak pecahnya perang Gaza pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sementara itu, Mesir dan Israel terikat perjanjian damai sejak 1979 yang mengakhiri serangkaian konflik militer antara kedua negara. Meski hubungan diplomatik tetap terjaga, ketegangan regional dan situasi Gaza kerap memengaruhi dinamika hubungan keduanya.

Di akhir pernyataannya, Pollard mengaku berharap Israel tidak terlibat perang dengan Mesir maupun Turki. Namun, ia menegaskan bahwa kemungkinan tersebut tidak bisa diabaikan di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang terus bergejolak.

Topik Menarik