Tanggapi Dino Patti Djalal, Seskab Sebut Prabowo Tanggung Sendiri Kelebihan Anggaran Dinas

Tanggapi Dino Patti Djalal, Seskab Sebut Prabowo Tanggung Sendiri Kelebihan Anggaran Dinas

Terkini | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 13:30
share

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kelebihan biaya perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung langsung dari kantong pribadi Kepala Negara.

Pernyataan ini disampaikan Teddy untuk menanggapi masukan dari diplomat senior, Dino Patti Djalal, mengenai kunjungan luar negeri presiden. Teddy pun mengapresiasi masukan tersebut dan memuji mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu sebagai sosok yang memiliki pandangan cermat serta terstruktur.

"Kemudian berikutnya, karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," ucap Teddy melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Teddy kemudian menjelaskan terkait pembiayaan kunjungan luar negeri Prabowo yang menurutnya kerap menjadi perhatian publik. Dia memastikan, segala kelebihan biaya yang telah ditetapkan oleh negara, itu ditanggung oleh Prabowo sejak awal.

"Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," tuturnya.

Selain itu, Teddy turut menjelaskan terkait jumlah rombongan yang menyertai Prabowo dalam kunjungan luar negeri. Dia menegaskan, jumlah delegasi pada masa pemerintahan Prabowo telah dipangkas secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya," ujar Teddy.

Dia menerangkan, pada masa sebelumnya jumlah rombongan dalam satu kunjungan luar negeri dapat mencapai lebih dari 120 orang. Sedangkan saat ini jumlah tersebut dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.

"Jadi kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," kata dia.

Topik Menarik