Dewan Keamanan PBB Kecam Perluasan Operasi Militer Israel di Lebanon: Sembrono!

Dewan Keamanan PBB Kecam Perluasan Operasi Militer Israel di Lebanon: Sembrono!

Terkini | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 10:14
share

NEW YORK, iNews.id - Sebagian besar anggota Dewan Keamanan PBB, Senin (1/6/2026), mengutuk perluasan operasi militer Israel di Lebanon. Bisa ditebak, Amerika Serikat menahan diri dari mengkritik Israel, bahkan mengecam kelompok Hizbullah dan Iran.

Duta Besar Prancis untuk PBB, Jerome Bonnafont, mengusulkan sesi darurat untuk merespons perluasan operasi militer Israel yang signidikan di Lebanon. Serangan besar-besaran, perintah dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, itu dilancarkan meski di tengah gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Bonnafont mengkritik Israel serta memperingatkan, pendudukan baru hanya akan memperdalam konflik.

"Jauh dari membawa keamanan bagi Israel dan warganya, pendudukan baru hanya berisiko memicu ketidakstabilan, karena setiap desa yang dibom dan dihancurkan, setiap warga sipil yang terbunuh memperkuat Hizbullah dan melemahkan pemerintah Lebanon," katanya, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (2/6/2026).

Dia menegaskan tidak ada alasan keamanan apa pun yang bisa membenarkan pelanggaran permanen terhadap kedaulatan suatu negara.

Dubes Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyamakan aksi militer Israel di Lebanon dengan situasi di Gaza. Dia menegaskan Lebanon sedang mengalami pengulangan yang hampir sama dari skenario pembersihan Jalur Gaza melalui pembentukan kendali pendudukan skala besar dan pengusiran paksa penduduk setempat.

Nebenzia mendesak penarikan segera pasukan Israel seraya memperingatkan tindakannya hanya merusak gencatan senjata.

Dia mengaitkan krisis Lebanon dengan ketegangan di kawasan lebih luas.

"Memburuknya situasi di Lebanon merupakan akibat langsung dari agresi tidak beralasan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran," ujarnya.

Selanjutnya, Dubes China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan pasukan Israel telah menyeberangi Sungai Litani dan menduduki Kastil Balfour. Dia menyebut tindakan itu sebagai penyerbuan militer Israel terdalam di Lebanon sejak lebih dari 20 tahun.

Rencana Israel untuk memperluas operasi darat lebih lanjut sangat mengkhawatirkan masyarakat internasional.

Hal senada disampaikan Kuasa Usaha Inggris James Kariuki yang mengutuk tindakan Israel itu dengan menyebutnya sebagai eskalasi militer sembrono dan tidak proporsional.

"Ini memperburuk lingkungan yang sudah menghancurkan bagi warga sipil Lebanon. (Pembicaraan dimediasi AS) Satu-satunya jalan yang layak menuju penyelesaian politik yang langgeng dan pelucutan senjata Hizbullah," ujarnya.

Sementara itu Dubes AS Mike Waltz menawarkan kerangka kerja sangat berbeda. Dia memuji kepemimpinan pribadi Presiden Donald Trump dan sepenuhnya menyalahkan Hizbullah dan Iran tanpa menyebutkan pelanggaran Israel.

"Baik de-eskalasi maupun perdamaian akan datang dengan cepat jika Hizbullah segera menghentikan serangan, seperti yang tampaknya telah dijanjikan, dan pemerintah Lebanon menegaskan kedaulatan penuhnya, membangun kembali, dan memulangkan warganya (dari pengungsian)," katanya.

Topik Menarik