Pesan Pedas Sir Alex Ferguson ke PSG Usai Final Liga Champions, Arsenal Kena Sentil

Pesan Pedas Sir Alex Ferguson ke PSG Usai Final Liga Champions, Arsenal Kena Sentil

Olahraga | inews | Senin, 1 Juni 2026 - 23:30
share

BUDAPEST, iNews.id – Sir Alex Ferguson langsung menjadi sorotan usai mengirim pesan pribadi kepada Paris Saint-Germain setelah final Liga Champions. Arsenal ikut terseret lewat komentar tajam soal gaya bermain mereka.

Final Liga Champions mempertemukan Arsenal kontra Paris Saint-Germain di Puskas Arena, Budapest, Sabtu 30 Mei 2026 malam WIB. Laga ini membuka peluang besar bagi Arsenal mengakhiri penantian panjang trofi Eropa, sementara PSG mengincar gelar Liga Champions kedua secara beruntun.

Bagi Arsenal, kemenangan berarti mengakhiri dahaga gelar Eropa sejak kekalahan 1-2 dari Barcelona di final 20 tahun lalu. Di sisi lain, PSG berpeluang masuk jajaran elite klub Eropa yang mampu menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut, menyusul nama besar seperti Real Madrid, AC Milan, Bayern Munich, dan Liverpool.

Pertandingan berjalan ketat hingga waktu normal berakhir imbang 1-1. PSG akhirnya keluar sebagai juara lewat adu penalti, memastikan trofi Liga Champions kembali ke Paris dan mengukuhkan dominasi mereka di Eropa musim ini.

Final tersebut disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia, termasuk mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. Menurut laporan media Prancis L’Equipe, Ferguson mengirim pesan langsung kepada Presiden PSG, Nasser al-Khelaïfi, usai laga berakhir.

Dalam pesan tersebut, Ferguson memberi ucapan selamat sekaligus melontarkan sindiran keras ke Arsenal dan pelatih mereka, Mikel Arteta. Kutipan pesan Ferguson berbunyi, “Nasser, ini Alex Ferguson. Selamat, ini malam yang sulit bagi kamu, tetapi kamu bermain melawan tim yang membosankan yang tidak melakukan apa pun selain bertahan. Nikmati liburanmu, kamu pantas mendapatkannya.”

Namun, klaim itu langsung dibantah jurnalis Inggris Ben Jacobs. Dia menyebut Ferguson tidak menggunakan kata “membosankan” saat merujuk Arsenal. Menurut Jacobs, pesan tersebut justru berisi kalimat, “Kamu adalah tim yang benar-benar bermain sepak bola.”

Terlepas dari polemik isi pesan, gaya bermain Arsenal memang menuai kritik sepanjang musim. Di final Liga Champions, Arsenal hanya mencatatkan penguasaan bola 24,7 persen, terendah sepanjang sejarah final Liga Champions UEFA sejak musim 2003-2004. Gol Kai Havertz menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Arsenal dalam laga tersebut.

Meski begitu, pendekatan pragmatis itu tetap mengantar Arsenal meraih gelar Liga Inggris keempat musim ini. Kritik dari luar tidak terlalu dipedulikan para pendukung, mengingat hasil akhir di kompetisi domestik.

Usai final, Arteta mengakui timnya perlu menunjukkan ambisi lebih besar demi menaklukkan Eropa. Dia berkata, “Pertama-tama saya akan mengambil beberapa hari bersama keluarga, lalu kami mulai meninjau apa yang sudah kami lakukan. Kami akan membuat keputusan sangat penting jika ingin naik ke level berikutnya. Kami harus menunjukkan ambisi karena kami mampu melakukannya, tetapi itu menuntut langkah sangat cepat dan sangat cerdas.”

Arteta juga memberi pujian tinggi kepada PSG dan pelatih mereka, Luis Enrique. Dia menambahkan, “Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis Enrique, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia. Apa yang mereka lakukan dengan bola dan aksi individu pemainnya belum pernah saya lihat.”

Topik Menarik