Penyebab Veda Ega Pratama Kerap Melempem di Kualifikasi, tapi Menggila saat Balapan Utama Moto3

Penyebab Veda Ega Pratama Kerap Melempem di Kualifikasi, tapi Menggila saat Balapan Utama Moto3

Olahraga | okezone | Selasa, 2 Juni 2026 - 00:01
share

PEMBALAP asal Indonesia, Veda Ega Pratama, terus mencuri perhatian di panggung Moto3 2026. Namun, sebuah pola unik membayangi performanya musim ini, ia kerap kesulitan mengamankan posisi start ideal di sesi kualifikasi, tetapi bertransformasi menjadi sosok yang sangat agresif dan kompetitif begitu lampu hijau balapan utama menyala.

Fenomena naik-turunnya performa pembalap asal Gunungkidul ini memicu tanda tanya besar di kalangan pencinta balap Tanah Air. Mengapa kecepatan yang begitu impresif saat hari Minggu seolah tersembunyi di hari Jumat dan Sabtu? Jawabannya rupanya berkaitan erat dengan strategi pengembangan teknis yang diterapkan oleh timnya.

1. Strategi Tim

Pengamat MotoGP Tanah Air, Hendry Wibowo, membeberkan dinamika internal yang terjadi di dalam garasi Honda Team Asia. Berdasarkan diskusi langsung dengan ayah Veda, Sudarmono (Bang Momon), terungkap bahwa tim pabrikan tersebut sangat aktif melakukan eksperimen dan pembaruan mekanis di setiap pergantian sesi.

"Honda Team Asia ini selalu melahirkan inovasi baru pada motor di setiap sesinya. Entah itu perubahan pada sistem suspensi atau komponen krusial lainnya. Hal ini menuntut Veda untuk terus menerus menyesuaikan gaya balapnya dalam waktu yang sangat singkat," ungkap Hendry dalam program youtube Morning Zone by Okezone, dikutip Selasa (2/6/2026).

Modifikasi yang tiada henti dari sesi latihan bebas hingga menjelang kualifikasi sering kali menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, tim berupaya mencari batas performa tertinggi dari motor. Namun di sisi lain, adaptasi gaya berkendara Veda dengan set-up motor yang masih asing membuatnya tampil kurang maksimal di sesi penentuan posisi start.

Veda Ega Pratama melaju di Moto3 Italia 2026 (Foto: Honda Team Asia)

“Kalau apa yang kita belajar di seri Catalunya kemarin, ya mungkin ya development yang dilakukan oleh Honda Team Asia di motor di saat-saat latihan bebas sampai kualifikasi mungkin tidak terlalu cocok dengan adaptasi gaya balap dari Veda dan itu yang membuat Veda sedikit memulai Catalunya ini dengan tidak terlalu baik,” sambung Hendry.

“Lalu mungkin kalau kita belajar lagim saat ya podium ya di Brasil saat itu Veda sudah kencang sejak hari Jumat dan mungkin saat itu development yang dilakukan oleh team Honda Team Asia sudah baik sejak hari Jumat (hingga akhirnya finis di podium),” imbuhnya.

 

2. Hasil Moto3 Italia 2026

Pola adaptasi kilat ini kembali tersaji secara dramatis pada balapan Moto3 Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit l Mugello, Scarperia e San Piero, Minggu 31 Mei 2026. Harus memulai balapan dari urutan ke-13 akibat hasil kualifikasi yang kurang ideal, Veda langsung menyuguhkan start yang luar biasa dengan merangsek naik ke peringkat 6 pada putaran pembuka, di bawah pimpinan lomba awal, Hakim Danish dan Joe Kelso.

Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)

Kendati demikian, jalannya balapan tidaklah mudah. Dinamika persaingan di tengah rombongan besar sempat membuat posisinya kesulitan hingga sempat naik turun.

Pada akhirnya Veda Ega harus puas menyentuh garis finis di tempat kedelapan, perjuangan Veda mengklaim total 5 posisi dari titik startnya membuktikan kapasitas aslinya sebagai pembalap bertipe raceday. Sementara itu, podium utama GP Italia kali ini berhasil diamankan oleh Brian Uriarte, disusul oleh Alvaro Carpe di posisi kedua dan Hakim Danish di tangga ketiga.

Topik Menarik