Ibrahima Konate Patah Hati Tinggalkan Liverpool, Pengakuannya Bikin Fans Terkejut
LIVERPOOL, iNews.id – Ibrahima Konate mengaku sedih tidak sempat mengucapkan salam perpisahan kepada para pendukung Liverpool setelah dipastikan meninggalkan Anfield pada musim panas ini. Bek asal Prancis tersebut mengungkapkan dia bahkan tidak mengetahui laga terakhirnya akan menjadi penampilan terakhir bersama The Reds.
Liverpool resmi mengumumkan kepergian Konate setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan kontrak baru. Padahal, negosiasi perpanjangan kontrak berlangsung sepanjang musim dengan harapan menemukan titik temu.
Keputusan tersebut mengejutkan banyak pendukung Liverpool. Tidak sedikit fans yang berharap pemain berusia 27 tahun itu tetap bertahan dan menjadi bagian penting proyek klub di masa depan.
Melalui pernyataan resminya, Liverpool mengucapkan terima kasih atas kontribusi Konate selama lima musim terakhir. Klub juga mendoakan yang terbaik untuk karier sang pemain setelah meninggalkan Merseyside.
Selama membela Liverpool, Konate mencatatkan 183 penampilan di semua kompetisi. Dia turut berperan dalam keberhasilan klub meraih gelar Liga Inggris ke-20 pada musim 2024-2025.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, Konate menyampaikan pesan emosional melalui akun Instagram pribadinya.
"Saya sangat sedih karena tidak memiliki kesempatan mengucapkan selamat tinggal kepada kalian semua pada pertandingan terakhir. Saat itu saya tidak tahu jika itu akan menjadi terakhir kalinya saya mengenakan seragam ini di depan kalian," tulis Konate, dikutip dari Sport Bible.
Pernyataan tersebut memunculkan dugaan jika sang pemain juga tidak menyangka perjalanan kariernya di Liverpool akan berakhir dengan cara seperti ini.
Kenangan dan Luka yang Tak Akan Dilupakan
Dalam pesan perpisahannya, Konate mengenang perjalanan panjang sejak bergabung dari RB Leipzig pada musim panas 2021 dengan nilai transfer 36 juta poundsterling atau sekitar Rp863 juta.
Dia mengaku datang ke Liverpool sebagai pemain muda dengan banyak impian. Kini, dia pergi membawa berbagai kenangan yang akan dikenang sepanjang hidup.
"Mewakili klub ini adalah sebuah kehormatan. Kami melewati banyak momen luar biasa bersama, suka dan duka, trofi, tantangan, persahabatan seumur hidup, hingga momen menyakitkan yang akan selalu kami ingat, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada kehilangan saudara kami, Diogo," ujarnya.
Konate juga mengungkapkan tahun ini menjadi salah satu periode tersulit dalam hidupnya setelah kehilangan sang ayah. Namun, dia menegaskan dedikasinya kepada Liverpool tidak pernah berubah.
"Kehilangan ayah saya tahun ini adalah salah satu masa tersulit dalam hidup saya. Namun, bahkan dalam masa sulit itu, komitmen saya kepada klub ini tidak pernah berubah. Pada saat-saat tersulit, saya memberikan semua yang saya miliki untuk lambang ini," katanya.
Dia kemudian menyampaikan terima kasih kepada rekan setim, pelatih, staf, dan seluruh elemen klub yang membantunya berkembang selama berada di Liverpool.
Konate juga memberikan pesan khusus kepada para pendukung The Reds.
"Terima kasih atas cinta, energi, dan dukungan luar biasa kalian. Anfield benar-benar tempat yang spesial dan bermain di depan kalian adalah sesuatu yang tidak pernah saya anggap biasa," tuturnya.
"Dari lubuk hati terdalam, terima kasih untuk segalanya. Saya mencintai kalian semua dan akan membawa Liverpool ke mana pun saya pergi. Ini bukan perpisahan yang mudah, tetapi sudah waktunya untuk tantangan baru dan babak baru. Sampai jumpa lagi, Insya Allah. YNWA," lanjutnya.
Liverpool Mulai Cari Pengganti
Kepergian Konate membuat Liverpool harus memikirkan opsi baru di lini belakang. Namun, pencarian bek tengah baru kemungkinan tidak akan menjadi prioritas utama dalam waktu dekat.
Selain kehilangan Konate, Liverpool juga sedang menjalani masa transisi setelah berpisah dengan pelatih Arne Slot. Situasi tersebut membuat fokus klub terbagi ke beberapa area sekaligus.
Salah satu nama yang mulai dikaitkan dengan Liverpool adalah Jarell Quansah. Bek jebolan akademi The Reds itu sebelumnya dijual ke Bayer Leverkusen, tetapi kesepakatan transfernya disebut mencantumkan klausul pembelian kembali.
Selain Quansah, Liverpool juga memiliki opsi internal seperti Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Konate pada musim depan.










