Militer AS dan Iran Saling Serang Lagi, Ini Pemicunya

Militer AS dan Iran Saling Serang Lagi, Ini Pemicunya

Terkini | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 18:40
share

TEHERAN, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat aksi saling serang di Timur Tengah, Kamis (28/5/2026). Ketegangan terbaru dipicu insiden di Selat Hormuz ketika kapal tanker AS diduga berusaha melintasi jalur strategis tersebut dengan mematikan sistem radar.

Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian mencegat kapal tersebut dan meminta agar mundur. Namun kapal tanker itu disebut mengabaikan peringatan, memaksa militer Iran melepaskan tembakan peringatan.

Tembakan itu memicu pembalasan oleh militer AS hingga terjadi baku tembak di sekitar Selat Hormuz.

Sumber pejabat militer Iran mengatakan kepada kantor berita Tasnim, kapal tanker AS mencoba melintas tanpa koordinasi dengan otoritas Iran. Setelah seruan IRGC diabaikan, pasukan Iran melakukan serangan terhadap kapal tersebut. Militer AS yang memantau dari kejauhan lalu membalas dengan menyerang beberapa fasilitas di sekitar Bandar Abbas.

“Suara ledakan terdengar terkait insiden tersebut. Tidak menyebabkan korban jiwa atau kerusakan properti,” demikian laporan Tasnim, melalui Telegram.

Insiden itu menjadi bentrokan kedua antara Iran dan AS dalam waktu kurang dari sepekan. Dalam laporan terpisah, Tasnim juga mengungkap AL IRGC menghadapi empat kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz menuju Teluk tanpa koordinasi resmi.

Keempat kapal itu disebut telah menerima peringatan awal dari IRGC, namun diabaikan. Pasukan Iran kemudian melepaskan tembakan peringatan hingga kapal-kapal tersebut memutar balik.

Sementara itu Reuters dan Associated Press (AP), mengutip pejabat militer AS, melaporkan pasukan AS menembak jatuh empat drone kamikaze Iran di sekitar Selat Hormuz. Militer AS juga menyerang stasiun kontrol darat di Bandar Abbas yang diduga hendak meluncurkan drone kelima.

“Tindakan-tindakan ini terukur, murni pertahanan dan ditujukan untuk menjaga gencatan senjata,” kata seorang pejabat AS kepada Reuters.

Menurut AP, keempat drone itu dinilai sebagai ancaman langsung terhadap kapal perang Angkatan Laut AS serta kapal tanker di kawasan tersebut.

Portal berita Axios sebelumnya melaporkan, serangan udara AS menghancurkan fasilitas peluncuran drone Iran serta empat drone kamikaze yang menargetkan kapal perang AS dan kapal tanker.

Sementara itu IRGC melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah. Stasiun televisi Press TV melaporkan, serangan dilakukan sekitar pukul 05.00 waktu setempat sebagai respons atas gempuran udara AS terhadap fasilitas militer di Bandar Abbas.

Militer Iran menghujani pangkalan militer AS di Kuwait menggunakan rudal dan drone. Serangan tersebut memicu suara ledakan di Kuwait City.

Militer Kuwait menyatakan, sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal dan drone yang masuk. Namun otoritas setempat tidak menyebutkan secara langsung asal serangan tersebut.

Kuwait diketahui menjadi lokasi pangkalan udara AS yang sebelumnya juga pernah menjadi target serangan selama perang yang berlangsung pada 28 Februari hingga 8 April lalu.

Topik Menarik