Jam Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan Usus dan Berat Badan, Kok Bisa?

Jam Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan Usus dan Berat Badan, Kok Bisa?

Gaya Hidup | inews | Senin, 25 Mei 2026 - 15:31
share

JAKARTA, iNews.id — Banyak orang fokus memilih jenis makanan sehat untuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh. Namun ternyata, bukan hanya apa yang dimakan yang penting, melainkan juga kapan waktu makan dilakukan.

Penelitian modern kini menunjukkan bahwa pola dan jam makan sangat memengaruhi kesehatan usus, metabolisme, hingga risiko kenaikan berat badan.

Dalam momentum World Digestive Health Day, Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, dr Vipada Sae-Lao menjelaskan, tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian atau jam biologis internal selama 24 jam.

Jam biologis ini mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari tidur, rasa lapar, metabolisme, hingga sistem pencernaan. Menariknya, ritme tersebut tidak hanya berada di otak, tetapi juga terdapat di hampir seluruh sel tubuh, termasuk sistem pencernaan dan bakteri baik di usus.

"Penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus dan jam biologis tubuh terus saling berkomunikasi dan memengaruhi satu sama lain untuk menjaga metabolisme, berat badan, sensitivitas insulin, kesehatan kardiovaskular, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan tetap optimal," ujar dr Vipada dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, gaya hidup modern perlahan membuat ritme alami tubuh menjadi kacau. Kebiasaan begadang, makan tidak teratur, kerja shift, hingga terlalu lama menatap layar pada malam hari dapat mengganggu sinkronisasi jam biologis tubuh.

Ketika ritme tubuh terganggu, kondisi usus juga ikut terdampak. Akibatnya, risiko kenaikan berat badan, ketidakseimbangan gula darah, hingga peradangan jangka panjang menjadi lebih tinggi.

"Tantangannya adalah gaya hidup modern secara perlahan mengganggu komunikasi alami tersebut. Ketika jam biologis tidak lagi sinkron, kondisi usus pun ikut terganggu," katanya.

Dokter Vipada menjelaskan bahwa salah satu cara sederhana menjaga kesehatan usus adalah dengan menjaga konsistensi waktu makan setiap hari. Idealnya, waktu makan berada dalam rentang delapan hingga 12 jam dalam sehari.

Sarapan juga disebut memiliki peran penting karena setelah berpuasa semalaman, sistem pencernaan berada dalam kondisi optimal untuk menyerap nutrisi.

"Memulai hari dengan makanan bergizi seimbang serta mengatur jarak waktu makan secara teratur sepanjang hari dapat membantu menjaga energi tetap stabil, mendukung proses pencernaan yang efisien, dan mengoptimalkan fungsi metabolisme," jelas dia.

Selain pola makan, hidrasi dan kualitas tidur juga berpengaruh besar terhadap kesehatan pencernaan. Air membantu seluruh proses pencernaan berjalan optimal, sementara tidur menjadi waktu pemulihan bagi usus dan bakteri baik di dalamnya.

Karena itu, masyarakat disarankan menghindari konsumsi makanan berat, tinggi gula, lemak, maupun kafein menjelang tidur agar sistem pencernaan dapat beristirahat dengan baik.

"Jauh sebelum sains mampu menjelaskannya, kebijaksanaan tradisional telah mengajarkan kita untuk hidup selaras dengan ritme alami kehidupan. Menghadirkan kembali pola hidup tersebut ke dalam gaya hidup perkotaan tidak membutuhkan kesempurnaan, melainkan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten," ujar dr Vipada.

Topik Menarik