Gawat! AS-Israel Rampungkan Rencana Perang Lanjutan Lawan Iran

Gawat! AS-Israel Rampungkan Rencana Perang Lanjutan Lawan Iran

Terkini | inews | Rabu, 20 Mei 2026 - 08:07
share

TEL AVIV, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Israel menyelesaikan persiapan untuk memulai kembali perang terhadap Iran. Sumber-sumber pejabat kedua negara mengatakan kepada stasiun televisi KAN, tingkat kesiapan tempur berada pada level tertinggi sejak Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 7 April.

Menurut sumber pejabat keamanan AS, negaranya dan Israel melakukan koordinasi penuh. Bahkan kedua pihak tidak terkejut jika perang berlanjut.

Pejabat tersebut melanjutkan, Trump mungkin segera mengambil keputusan terbaru mengenai Iran.

Sementera itu beberapa sumber pejabat Israel mengatakan, kesiapan tempur negaranya berada pada level tertinggi, termasuk kesiapan pertahanan. Ada kekhawatiran di Israel, pernyataan Trump menimbulkan salah perhitungan oleh Iran yang mendorong mereka melancarkan serangan lebih dulu.

Selama pertemuan pada Senin (18/5/2026), tim Keamanan Nasional AS memberi pengarahan kepada Trump tentang kemungkinan skenario militer terkait Iran.

Para pejabat yang hadir di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan Direktur CIA John Ratcliffe.

Pertemuan tersebut berlangsung beberapa jam setelah Trump membatalkan serangan militer terhadap Iran yang dijadwalkan pada Selasa (19/5/2026).

Portal berita Axios melaporkan, ada indikasi menunjukkan, Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali perang terhadap Iran.

Sebelumnya, Trump mengatakan militer AS bisa saja melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat pada 22 Mei atau awal pekan depan.

Namun Trump menangguhkan serangan tersebut atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Menurut dia, permintaan tersebut dibuat karena "negosiasi serius" sedang berlangsung dengan Iran. Para pemimpin negara Timur Tengah berharap bisa menghasilkan kesepakatan yang bisa diterima oleh AS. 

Meski demikian Trump menegaskan, AS siap untuk melancarkan serangan skala besar kapan saja jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Topik Menarik