Dibidik Pengadilan Kriminal Internasional, Menteri Radikal Israel malah Nantang: Saya Tidak Takut!

Dibidik Pengadilan Kriminal Internasional, Menteri Radikal Israel malah Nantang: Saya Tidak Takut!

Terkini | inews | Rabu, 20 Mei 2026 - 08:20
share

TEL AVIV, iNews.id - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir dilaporkan akan menjadi target surat perintah penangkapan dari International Criminal Court (ICC). Menanggapi kabar tersebut, Ben Gvir menegaskan dirinya tidak takut dan tidak akan mengubah kebijakannya terhadap Palestina.

“Saya tidak takut dan tidak gentar. Tidak ada perintah dari Den Haag yang akan menghalangi saya untuk terus memimpin kebijakan ofensif terhadap teroris,” kata Ben Gvir, Rabu (20/5/2026), merujuk pada Hamas dan penduduk Gaza.

Kabar mengenai rencana penangkapan itu pertama kali dilaporkan portal berita Inggris Middle East Eye. Dalam laporannya disebutkan ada surat yang diajukan ke ICC untuk meminta surat perintah penangkapan tertutup terhadap Ben Gvir dan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich.

Kedua politikus sayap kanan tersebut disebut akan menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Namun, Middle East Eye tidak mengungkap siapa pihak yang mengajukan permintaan tersebut. Hingga kini, ICC maupun pemerintah Israel juga belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan itu.

Ben Gvir dikenal sebagai salah satu tokoh paling kontroversial di pemerintahan Israel. Kelompok-kelompok hak asasi manusia Palestina maupun internasional selama ini gencar menyerukan agar ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Seruan itu muncul karena Ben Gvir dinilai kerap melontarkan pernyataan provokatif terhadap tahanan Palestina. Selain itu, dia juga disebut berada di balik pengesahan undang-undang di Knesset yang membuka jalan bagi eksekusi tahanan Palestina.

Selama perang di Gaza berlangsung, Ben Gvir berulang kali dituding menghasut kekerasan terhadap warga Palestina dan mendukung pengusiran paksa penduduk Gaza.

Topik Menarik