Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Nasional | inews | Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:30
share

TANAH DATAR, iNews.id – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengakibatkan puluhan rumah rusak dan sejumlah jembatan hanyut. Tidak ada korban jiwa dalam bencana yang dipicu cuaca ekstrem tersebut, namun ratusan warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. 

Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengungkapkan, bencana ini melanda beberapa wilayah krusial, di antaranya Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Lintau Buo. Selain memutus akses utama masyarakat, terjangan air juga merusak permukiman warga.

"Data sementara menunjukkan sebanyak 67 rumah warga mengalami kerusakan dan ratusan warga terpaksa mengungsi karena kondisi tempat tinggal yang tidak memungkinkan," ujar Eka Putra saat meninjau lokasi terdampak, Jumat (15/5/2026).

Tidak hanya merusak bangunan, banjir bandang ini juga menghancurkan sektor pertanian warga. Sedikitnya ratusan hektare sawah milik masyarakat dilaporkan rusak parah akibat rendaman lumpur dan material banjir. 

Mengingat lima jembatan utama putus total, mobilitas warga kini menjadi terhambat. Pemkab Tanah Datar telah berkoordinasi intensif dengan BNPB untuk segera mendatangkan jembatan bailey sebagai solusi transportasi sementara.

"Untuk memulihkan akses transportasi warga yang terputus, kami sudah berkoordinasi dengan BNPB agar jembatan bailey bisa segera didatangkan dan dipasang," kata Eka Putra.

Staf BNPB, Yustam mengatakan, masih memproses bantuan darurat tersebut. Saat ini, bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi juga terus disalurkan ke posko-posko yang telah disiapkan.

Pemerintah daerah bersama BNPB telah menetapkan wilayah Sitangkai sebagai pusat posko pengungsian darurat. Di lokasi tersebut, petugas medis dan bantuan bahan pokok disiagakan untuk melayani warga terdampak. 

Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan pendataan di lapangan guna memastikan total kerugian materiil serta mengantisipasi potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih fluktuatif di wilayah Sumatera Barat.

Topik Menarik