Viral Pengakuan Gadis di Cirebon Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri sejak SMA

Viral Pengakuan Gadis di Cirebon Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri sejak SMA

Nasional | inews | Rabu, 13 Mei 2026 - 19:53
share

CIREBON, iNews.id - Sebuah video pengakuan gadis asal Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tiri viral di media sosial. Curahan hati korban ini memicu simpati sekaligus kemarahan publik.

Dalam video yang beredar luas, perempuan berinisial SPM tampak berbicara dengan suara bergetar sambil menahan tangis. Dia mengaku mengalami peristiwa memilukan tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Korban menyebut tindakan dugaan kekerasan seksual itu terjadi berulang kali saat dia masih berstatus pelajar. Bahkan, aksi tersebut dilakukan ketika kondisi rumah sedang ramai penghuni.

Korban mengaku sempat berusaha melawan dan menyelamatkan diri dari pelaku. Dia bahkan beberapa kali berpindah tempat tinggal demi menghindari tindakan tersebut.

Selain itu, korban juga mengaku pernah menutup akses pintu kamar menggunakan kursi dan lemari plastik karena pintu kamarnya tidak memiliki kunci yang layak. Namun berbagai upaya tersebut disebut tidak mampu menghentikan tindakan pelaku.

Dalam pengakuannya, korban merasa tidak berdaya karena kalah tenaga dan mulutnya kerap dibungkam saat mencoba berteriak meminta pertolongan.

Video pengakuan itu sengaja dibuat korban sebagai bentuk permintaan keadilan. Dia berharap kasus yang dialaminya dapat diproses secara hukum dan pelaku mendapat hukuman setimpal.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah video pengakuan korban menyebar luas di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari netizen.

Menanggapi viralnya kasus tersebut, pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan resmi dari korban dan kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan laporan terkait dugaan kekerasan seksual itu saat ini masih dalam tahap pendalaman.

“Laporannya sudah masuk dan sedang kami selidiki,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Dia juga memastikan korban kini telah berusia dewasa. Polisi saat ini masih mendalami seluruh keterangan serta mengumpulkan bukti terkait kasus tersebut.

Kasus ini kembali menjadi sorotan mengenai tingginya ancaman kekerasan seksual di lingkungan domestik yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anggota keluarga.

Topik Menarik