Disrupsi Teknologi Picu Polarisasi, Ida Fauziyah Dorong 4 Pilar sebagai Filter Digital
Anggota MPR Ida Fauziyah menekankan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan lagi sekadar fisik, melainkan serangan terhadap nalar publik melalui disrupsi teknologi. Menurutnya, percepatan digital yang tidak dibarengi dengan literasi kebangsaan yang kuat berpotensi besar memicu penyalahgunaan platform digital yang berujung pada polarisasi sosial.
"Teknologi adalah alat, namun nilai-nilai kebangsaan adalah kompasnya. Kita melihat bagaimana penyalahgunaan digital seringkali memecah belah masyarakat melalui hoaks dan narasi kebencian. Di sinilah 4 Pilar Kebangsaan harus hadir sebagai penyaring utama informasi sebelum kita konsumsi atau bagikan," kata Ida Fauziyah dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Pendopo Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026).
Anggota Komisi VI DPR ini juga menyoroti pentingnya peran kaum terpelajar, khususnya alumni IAIN Sunan Ampel, untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan di ruang siber. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mengikis semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Polisi Harus Usut Tuntas Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR: Ancaman Nyata Demokrasi
"Masyarakat harus didorong untuk menjadikan Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa sebagai filter digital. Jika informasinya memecah belah, maka itu bukan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Persatuan harus tetap menjadi harga mati di tengah gempuran teknologi yang kian masif," katanya.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Alumni Majelis Alumni Fakultas Syariah dan Hukum (Mafash) IAIN Sunan Ampel Surabaya wilayah Jabodetabek ini diharapkan mampu memperkuat imunitas masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta Selatan, agar tetap solid dan cerdas dalam menggunakan media sosial tanpa kehilangan karakter sebagai bangsa yang toleran dan menjunjung tinggi musyawarah.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus menyebarkan narasi positif dan edukasi kebangsaan demi menjaga stabilitas nasional di era transformasi digital.










