Kandang Ayam Kapasitas 20.000 Ekor Terbakar di Pangandaran, Kerugian Hampir Rp1 Miliar
PANGANDARAN, iNews.id – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan kandang ayam di Dusun Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026). Akibat insiden ini, sekitar 20.000 ekor ayam yang berada di dalam kandang mati terpanggang.
Selain memusnahkan puluhan ribu ternak, seluruh bangunan kandang beserta stok pakan juga ludes tak tersisa. Kerugian materiil yang dialami pemilik ditaksir mencapai hampir Rp1 miliar.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik pada alat pemanas kandang. Mengingat material bangunan yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan melahap hampir 90 persen struktur bangunan sebelum sempat dipadamkan.
Pemilik kandang, Robi, mengaku tidak sempat menghubungi petugas pemadam kebakaran karena api merambat sangat cepat. Bersama warga sekitar, ia hanya bisa melakukan upaya pemadaman seadanya untuk mematikan sisa-sisa api kecil.
"Saat diketahui kondisi bangunan sudah hampir habis. Termasuk 20 ribu ekor ayam ikut mati terbakar. Kami tidak sempat lapor pemadam karena saat itu sudah hampir habis, kami hanya berupaya memadamkan sisa api kecil saja," ujar Robi di lokasi kejadian.
Robi merinci total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp940.800.000. Angka tersebut meliputi biaya pembangunan gedung kandang, persediaan pakan ternak, serta bibit ayam yang baru saja tiba.
Camat Mangunjaya membenarkan insiden tersebut dan menyebut bahwa puluhan ribu ayam tersebut sebenarnya baru saja datang pada Selasa malam.
"Kami langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian. Saat ini pemerintah kecamatan sedang menyusun laporan terkait total kerugian. Ayam-ayam ini baru datang tadi malam," kata Camat Mangunjaya.
Meski api berkobar sangat besar, beruntung kebakaran tidak merembet ke area perumahan warga. Hal ini dikarenakan posisi kandang ayam yang terletak cukup jauh dari padat pemukiman penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka dari pihak manusia. Namun, pemilik kandang kini hanya bisa pasrah melihat tempat usahanya rata dengan tanah. Polisi masih melakukan pendataan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti musibah tersebut.










