Partai Demokrat AS Tak Percaya Konflik Iran Sudah Selesai: Kita Diseret ke Perang Panjang
WASHINGTON, iNews.id - Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) menilai perang melawan Iran belum benar-benar berakhir dan justru berpotensi menyeret Washington ke konflik berkepanjangan. Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menuduh Presiden Donald Trump sengaja membawa AS ke perang mahal tanpa tujuan yang jelas.
Schumer bahkan menyebut klaim pemerintahan Trump bahwa konflik dengan Iran telah usai sebagai omong kosong. Dia menegaskan situasi masih jauh dari selesai, apalagi setelah perundingan damai terbaru dengan Iran kembali gagal.
“Donald Trump menyeret Amerika ke dalam perang, perang ilegal dan mahal tanpa tujuan apa pun, tanpa akhir yang jelas,” kata Schumer, dikutip dari Anadolu, Rabu (13/5/2026).
Politisi Demokrat itu mengatakan, pemerintahan Trump telah melampaui batas waktu 60 hari yang diatur dalam Undang-Undang Kekuatan Perang (WPA). Menurut aturan tersebut, operasi militer harus dihentikan jika presiden tidak memperoleh persetujuan Kongres.
Viral! Bayi 1,5 Tahun Hipotermia saat Dibawa Orangtua Naik Gunung Ungaran, Ini Kronologinya
“Sudah lebih dari seminggu sejak kita mencapai ambang batas 60 hari berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang, yang berarti permusuhan harus dihentikan kecuali Trump mendapatkan otorisasi dari Kongres,” ujarnya.
Schumer juga menuduh Trump bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berupaya menghindari tenggat waktu penghentian perang.
Kegagalan putaran negosiasi terbaru dengan Iran disebut menjadi bukti bahwa ketegangan masih terus berlangsung.
“Perang ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Baru hari ini, putaran negosiasi terbaru dengan Iran gagal. Trump terus menggali lubang yang semakin dalam untuk dirinya sendiri,” kata Schumer.
Partai Demokrat di Senat pun berencana kembali menggelar pemungutan suara untuk mengesahkan resolusi penghentian perang terhadap Iran. Voting tersebut akan menjadi upaya ketujuh untuk menarik pasukan AS dari konflik.
Schumer mendesak Partai Republik mendukung resolusi tersebut demi menjaga kewenangan perang sesuai konstitusi, melindungi personel militer AS, serta mengurangi biaya operasi militer.
“Jika Partai Republik peduli tentang pelestarian otorisasi perang, menjaga keselamatan personel militer, dan menurunkan biaya bagi warga AS, mereka perlu mendukung resolusi Kekuatan Perang dan mengakhiri perang ini,” ujarnya.










