Terkuak! Sosok yang Usulkan Siram Andrie Yunus dengan Air Keras
JAKARTA, iNews.id - Terdakwa I kasus penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus, Sersan Dua Edi Sudarko menyebut, ide tentang penyiraman cairan berbahaya terhadap Andrie Yunus berasal dari Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi. Hal itu diakuinya dalam sidang Rabu (13/5/2026) ini.
"Siap, setelah terdakwa melihat video langsung tersebut merasa emosi, kemudian Terdakwa II menyampaikan, jangan dipukuli, kita siram saja, itu saja," ujar Edi di persidangan.
Awalnya, Edi mengatakan, saat berada di mess pada Rabu 11 Maret 2026, dia membahas tentang kekesalannya terhadap Andrie Yunus dengan Budhi Hariyanto Widhi. Kemudian, datang Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.
"Hari Rabunya, tanggal 11 Maret 2026, waktu itu di mess di dalam kamar, sekitar jam 19.45 WIB. Waktu itu sekitar pukul 20.00 WIB datanglah Terdakwa III dan IV bertamu ke mess kami, kemudian karena ada tamu kami buatkan kopi untuk mengobrol bareng," katanya.
Edi lantas memperlihatkan video viral Andrie Yunus kepada dua terdakwa lainnya. Mereka lantas merespons video itu dengan rasa emosi serupa sebagaimana dirinya.
"Siap, kami sampaikan, bahwa sambil saya menunjukkan video di Hotel Fairmont tersebut terhadap para terdakwa, kemudian kami menyampaikan saya ingin memukuli AY. Setelah itu ditanggapi lah oleh tiga terdakwa tersebut," kata Edi.
Sebelumnya, Edi Sudarko menilai aktivis KontraS Andrie Yunus bersikap arogan dan overacting. Hal itu membuatnya kesal hingga akhirnya menyiramkan air keras terhadap Andrie.
"Kenapa saudara fokus ikuti Andrie Yunus di medsos?" tanya oditur militer di persidangan, Rabu (13/5/2026). "Siap, karena overacting," jawab Edi.
Edi mengaku baru bergabung bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI pada 12 November 2025. Dia mengatakan hanya mengetahui Andrie Yunus melalui media sosial.
Dia menjelaskan, sikap arogan dan overacting yang dimaksud yakni kala Andrie Yunus menginterupsi rapat tertutup antara pejabat TNI dan anggota DPR membahas RUU TNI di salah satu hotel beberapa waktu lalu.
Adu Kisaran Gaji Fantastis Bojan Hodak di Persib Bandung dengan John Herdman, bak Bumi dan Langit?
"Siap, waktu di video yang viral di Hotel Fairmont pada saat di situ ada rapat tertutup pejabat-pejabat TNI dan DPR yang membahas revisi undang-undang, di situlah arogan Andrie Yunus dan overacting dan menginterupsi ke ruang rapat, padahal itu rapat tertutup," kata Edi.
Dia mengaku sangat kesal melihat perbuatan Andrie meski hanya menyaksikannya lewat video di media sosial. Tindakan Andrie yang menginterupsi rapat tertutup itu, kata dia, telah menginjak-injak harga diri TNI.










