MPR Minta Maaf usai Viral Jawaban Peserta Lomba Cerdas Cermat Disalahkan Juri: Kami akan Evaluasi

MPR Minta Maaf usai Viral Jawaban Peserta Lomba Cerdas Cermat Disalahkan Juri: Kami akan Evaluasi

Terkini | inews | Senin, 11 Mei 2026 - 19:39
share

JAKARTA, iNews.id - Pimpinan MPR menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Diketahui, kejadian ini viral di media sosial.

Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman menegaskan pihaknya akan mengevaluasi total kinerja dewan juri dan sistem perlombaan. Dia menyayangkan insiden tersebut dan menekankan pentingnya juri bersikap objektif serta responsif terhadap keberatan peserta di lapangan.

"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangannya, Senin (11/5/2026). 

Akbar segera mengevaluasi penuh atas pelaksanaan ajang ini. Dia juga mengakui adanya unsur kelalaian panitia dan juri, misal perihal teknis tata suara dan mekanisme banding dalam lomba sehingga bisa meminimalisir kesalahan seperti ini. 

Akbar juga mendengar peristiwa serupa pernah terjadi di provinsi lain tahun lalu.

“Saya melihat lomba cerdas cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” ujarnya.

Diketahui, LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak diikuti sembilan sekolah menengah atas (SMA). SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau bertanding di final pada Sabtu (9/5/2026) lalu.

Sorotan terjadi saat sesi rebutan jawaban. Pembawa acara mengajukan pertanyaan kepada para peserta.

"DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" ujar pembawa acara, dikutip dari YouTube MPR.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta yang pertama menjawab. 

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar seorang siswi dari regu C.

Pihak juri kemudian memberikan nilai minus 5 untuk jawaban grup C. Kemudian pertanyaan dilempar lagi ke grup yang lain. 

Regu B yang berasal dari SMAN 1 Sambas kemudian menjawab.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta regu B.

Juri kemudian menyatakan jawaban regu B benar dan memberikan nilai 10.

Mengetahui itu, regu C memprotes. “Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti regu B,” kata perwakilan regu C.

Juri menyebut, Regu C tidak menyebutkan “pertimbangan DPD”. Regu C membantah pernyataan juri. 

Bahkan, Regu C secara terbuka meminta penonton atau audiens memberikan kesaksian.

Topik Menarik