Penampakan 321 WNA Ditangkap di Markas Judol Hayam Wuruk, Tak Berkutik Digerebek Polisi

Penampakan 321 WNA Ditangkap di Markas Judol Hayam Wuruk, Tak Berkutik Digerebek Polisi

Terkini | inews | Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:17
share

JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Polri menggerebek praktik pengelolaan judi online (judol) di Hayam Wuruk Tower Plaza, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Dari 321 orang yang ditangkap, 275 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam video yang ditampilkan, tampak para WNA tak berkutik digerebek polisi.

Mereka juga berjongkok dan tertunduk lesu saat penangkapan tersebut.

Para WNA tak berkutik digerebek polisi (foto: Arif Julianto)

"Untuk sementara kami sudah menetapkan (tersangka) 275 orang," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, di Hayam Wuruk Tower Plaza.

Menurut Brigjen Wira Satya Triputra, penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah WNA lain yang belum berstatus tersangka. Pendalaman dilakukan untuk memastikan keterlibatan dan peran masing-masing pihak dalam jaringan tersebut.

"Sisanya pendalaman lebih lanjut karena kita masih harus menggandengkan peran yang masih didalami," ujarnya.

Dalam kasus ini, para pelaku dikenakan Pasal 426 dan atau Pasal 607 juncto Pasal 20 dan atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap praktik pengelolaan judi online yang beroperasi di sebuah kantor kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Sebanyak 321 WNA diamankan dalam penggerebekan tersebut.

Brigjen Wira Satya Triputra menyebut jaringan judi online itu berskala internasional dan dijalankan secara terorganisir.

"Dari para pelaku yang berhasil kita amankan jumlahnya mencapai 321 orang," ujar Wira.

Dia menjelaskan, mayoritas pelaku berasal dari Vietnam dengan jumlah 228 orang. Selain itu, terdapat 57 orang asal China, 13 orang Myanmar, 11 orang Laos, lima orang Thailand, serta masing-masing tiga orang dari Kamboja dan Malaysia.

Topik Menarik