Banjir Terjang 2 Kecamatan di Bone, Nenek dan Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam

Banjir Terjang 2 Kecamatan di Bone, Nenek dan Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam

Nasional | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 16:37
share

BONE, iNews.id – Banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026), menelan korban jiwa. Dua orang tewas akibat tenggelam saat rumahnya terendam banjir. Selain menelan korban jiwa, banjir yang terjadi usai hujan deras juga merendam ratusan rumah.

Dua wilayah terdampak paling parah adalah Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur. Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 2 meter, terutama di wilayah pesisir seperti Kelurahan Bajoe dan Kelurahan Panyula.

Dua korban tewas yakni, Naima (80), warga Kelurahan Bajoe. Nenek tersebut diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat air setinggi 1,5 meter tiba-tiba merangsek masuk ke dalam rumahnya.

Korban kedua adalah Muhammad Arsan (5), warga Kelurahan Panyula. Bocah malang tersebut tenggelam saat mencoba mengikuti ayahnya dari belakang tanpa sepengetahuan sang ayah, yang kala itu sedang sibuk membantu evakuasi warga lain.

"Korban ditemukan satu jam kemudian dalam kondisi tidak sadarkan diri. Meski sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, nyawanya tidak tertolong," ujar Kepala Operasional Basarnas Sulsel, Andi Sultan.

Tim gabungan dari Basarnas, Brimob, Polres Bone, BPBD, dan Satpol PP langsung melakukan gerak cepat untuk menyelamatkan warga yang terjebak di dalam rumah. Tercatat sedikitnya 69 warga berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Banjir kali ini diperparah oleh fenomena air pasang laut (rob) yang menghambat aliran air ke muara, sehingga debit air di pemukiman meningkat drastis. Warga sempat panik karena air masuk dengan cepat dan merendam perabotan rumah tangga mereka.

Atas kejadian ini, Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir pantai, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi.

"Kami meminta warga untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anak dan lansia karena kondisi cuaca saat ini sangat tidak bersahabat," kata Andi Sultan.

Hingga sore hari, tim gabungan masih terus bersiaga di lokasi terdampak untuk mengantisipasi adanya banjir susulan serta mendata kerugian material yang dialami warga.

Topik Menarik