Banjir Rendam 2 Kecamatan di Bone, 2 Orang Tewas

Banjir Rendam 2 Kecamatan di Bone, 2 Orang Tewas

Nasional | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 16:15
share

BONE, iNews.id - Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyebabkan banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur, Jumat (8/5/2026). Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menewaskan dua orang warga.

Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga dua meter. Wilayah yang mengalami banjir terparah berada di Kelurahan Bajoe dan Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, yang merupakan kawasan pesisir pantai.

Hujan deras yang turun sejak dini hari membuat debit air meningkat. Kondisi tersebut diperparah oleh naiknya air pasang sehingga banjir cepat masuk ke permukiman warga.

Warga sempat panik saat air tiba-tiba menggenangi rumah dan merendam perabotan. Tim gabungan dari Basarnas, Brimob, Polres Bone, BPBD dan Satpol PP bergerak cepat mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.

Sebanyak 69 warga berhasil dievakuasi dari wilayah terdampak banjir. Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan dua warga meninggal dunia. 

Korban pertama, yaitu Naima (80), warga Kelurahan Bajoe, yang diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat air setinggi sekitar 1,5 meter masuk ke rumahnya.

Sementara korban kedua, yaitu Muhammad Arsan (5), warga Kelurahan Panyula. Korban diduga tenggelam saat mengikuti ayahnya yang hendak membantu proses evakuasi warga tanpa diketahui orang tuanya.

Korban ditemukan sekitar satu jam kemudian dalam kondisi tidak sadarkan diri. Warga sempat memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

Kepala Operasional Basarnas Sulsel, Andi Sultan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Korban jiwa ada dua," ujar Andi.  

Dia menyebut, sedikitnya 69 warga telah dievakuasi dan mengimbau masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Saat ini yang kami evakuasi ada 69 orang," ucapnya.

Dia juga meminta warga memberikan pengawasan ekstra terhadap anak-anak dan lansia karena kondisi cuaca masih berpotensi memburuk.

Topik Menarik