Penjelasan Bakom soal Pertemuan dengan Homeless Media, Pastikan Tak Ada Kontrak

Penjelasan Bakom soal Pertemuan dengan Homeless Media, Pastikan Tak Ada Kontrak

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 22:35
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memberikan penjelasan terkait pertemuan dengan pelaku homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Bakom memastikan tidak ada kerja sama atau kontrak antara Bakom, INMF ataupun media yang tergabung di dalamnya.

Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana menjelaskan, pertemuan tersebut berawal ketika Bakom menerima permohonan audiensi dari INMF pada Selasa (5/5/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak saling memperkenalkan diri dan membahas perkembangan ekosistem media baru di Indonesia.

“INMF menjelaskan bahwa mereka berkumpul untuk meningkatkan kualitas dan ruang berkembang. Beberapa informasi yang mereka sampaikan adalah bahwa new media harus memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab,” kata Kurnia dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan itu, kata dia, INMF juga menyerahkan dokumen bertajuk New Media Forum 2026 yang memuat daftar pelaku new media.

“Bakom merespons dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait mekanisme kerja new media. Misalnya, tentang mekanisme cover both sides yang biasanya menjadi standar dalam media konvensional. INMF menjawab mereka memiliki metode yang disebut verifikasi," ujar dia.

Sehari setelah pertemuan itu atau pada Rabu (6/5/2026), lanjut dia, Bakom menggelar konferensi pers mingguan terkait Program Hasil Terbaik Cepat. Dalam agenda itu, sejumlah new media turut hadir bersama media konvensional.

Menurutnya, Bakom menganggap new media sebagai mitra komunikasi sebagaimana halnya media konvensional. Mitra dalam pengertian media membutuhkan berita dan pemerintah perlu menyampaikan informasi ke masyarakat.

Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Bakom Muhammad Qodari sempat menyinggung masih adanya sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan antara new media, Dewan Pers, dan media konvensional.

“Namun pandangan Bakom, new media perlu dijangkau agar dapat meningkatkan kualitas dan standar supaya produknya makin berkualitas. Penyebutan nama-nama new media dalam konferensi pers tersebut didasarkan pada dokumen yang diberikan oleh INMF kepada Bakom dalam pertemuan 5 Mei 2026 tersebut,” ucapnya.

Kurnia menilai, realitas  media saat ini sudah sangat berubah dan berkembang dibandingkan 20 atau 30 tahun yang lalu. Dia mengatakan, terdapat setidaknya empat jenis media, yakni media konvensional, new media, media sosial, dan media DFK atau Disinformasi, Fitnah, Kebencian.

“Saat ini setidaknya ada 4 jenis media: media konvensional, new media, media sosial, dan media DFK (Disinformasi, Fitnah, Kebencian). Yang menjadi musuh kita bersama adalah media DFK,” ungkapnya.

Dia menegaskan hingga saat ini tidak ada kontrak maupun kerja sama yang mengikat antara Bakom dengan INMF ataupun media yang tercantum dalam dokumen tersebut.

Kurnia memastikan, Bakom menghormati independensi media, baik media konvensional maupun new media. Pertemuan yang dilakukan, lanjut dia, semata-mata untuk membuka ruang komunikasi dan memperluas akses informasi publik.

“Tidak ada kontrak, arahan editorial, maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah. Jika terdapat penyebutan atau framing yang menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik, hal tersebut menjadi perhatian untuk diperbaiki,” tutur dia.

“Bakom memandang new media sebagai bagian penting dari ekosistem informasi publik yang tetap memiliki independensi masing-masing. Bakom terbuka terhadap kritik, koreksi, dan mekanisme cover both sides sebagai bagian dari demokrasi yang sehat,” jelas dia.

Diketahui, tercatat ada kurang lebih 26 homeless media yang ikut digandeng, yakni Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, USS Feeds, Bapak-bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa, Taubatters, dan Pandemictalks.

Kemudian, Kawan Hawa, Volix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Goodstats, Hai Dudu, Proud Project, Kumpul Leaders, CXO Media, The Mapple Media, Melodi Alam, Mahasiswa dan Jakarta, serta Mature Indonesia.

Merespons hal ini, Narasi melalui Instagram resminya memberikan pernyataan sikap bahwa pihaknya tidak bergabung dana Indonesia New Media Forum. Sebab, pihaknya merupakan media resmi yang terdaftar di Dewan Pers.

Selain itu, ada juga Bapak2id yang mengaku tak ikut bergabung dalam New Media Forum. Mereka pun mengaku kaget karena namanya ikut terseret kabar tersebut.

"KAGA, KAMI KAGA IKUTAN! Dan kami kaga tergabung di mana-mana. Kami aja kaget denger kabar ini. Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal itu," tulisnya.

Tak cuma itu, Big Alpha juga memberikan pernyataan terkait kabar tersebut. Dia mengaku memang tergabung sebagai anggota New Media Forum. 

Namun, pihaknya tidak direkrut Bakom menjadi mitra untuk menjalankan program pemerintah.

Topik Menarik