Cerita Kalis Mardiasih di Creatorverse, Ungkap Tantangan Jadi Kreator Konten Isu Perempuan

Cerita Kalis Mardiasih di Creatorverse, Ungkap Tantangan Jadi Kreator Konten Isu Perempuan

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 18:18
share

JAKARTA, iNews.id - Penulis sekaligus aktivis perempuan, Kalis Mardiasih, yang juga aktif membuat konten terkait isu-isu perempuan, mengaku kerap menghadapi berbagai tantangan selama menjadi kreator konten. Salah satu tantangan terbesar muncul ketika dia membahas isu yang berkaitan dengan figur publik atau selebritas.

Hal itu disampaikan Kalis dalam program Creatorverse di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Kamis (7/5/2026).

“Kalau kamu menghadapi selebriti, itu lebih sulit dibanding bergesekan dengan politik,” ujarnya.

Kalis kemudian menceritakan pengalamannya saat mengkritik pernyataan Atta Halilintar yang sempat menyebut keinginannya memiliki 15 anak setelah menikah dengan Aurel Hermansyah. Saat itu, dia membahas isu hak perempuan dalam menentukan jumlah anak serta pengalaman kesehatan reproduksi.

Namun, pemberitaan yang beredar justru membuat opininya seolah menyerang pasangan selebriti tersebut. Padahal, menurut Kalis, fokus pembahasannya bukan pada sosok artis, melainkan pada hak perempuan.

“Padahal saya sedang bicara soal hak kesehatan reproduksi perempuan, bukan soal artisnya,” katanya.

Akibat kontroversi tersebut, akun media sosial hingga nomor pribadinya sempat dibanjiri pesan dari penggemar Atta-Aurel, bahkan dari luar negeri. Situasi serupa juga terjadi ketika dia membuat konten terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan Rizky Billar dan Lesti Kejora.

Saat itu, dia membuat video edukasi yang menegaskan bahwa KDRT bukan sekadar urusan privat, melainkan isu publik yang harus mendapat perhatian bersama. Namun, konten tersebut justru viral dan menuai kritik karena dianggap ikut mencampuri urusan pribadi.

“KDRT itu bukan urusan privat tapi urusan publik. Negara saja punya undang-undangnya,” ujar Kalis.

Dia menegaskan bahwa banyak pihak salah memahami maksud dari kontennya. Menurutnya, dia tidak pernah bermaksud menyerang individu tertentu, melainkan ingin mengedukasi masyarakat mengenai isu sosial yang lebih luas.

“Kadang-kadang disalahpahami seolah saya menyerang selebritinya, padahal saya sedang membahas isu sosialnya,” katanya.

Topik Menarik