Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh Dekati 6 Persen di Akhir 2026: Kita Dorong Terus!
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia mampu berakselerasi lebih tinggi hingga akhir tahun. Meski kondisi global masih dibayangi gejolak pasar keuangan dan tensi geopolitik, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat melampaui angka yang ditetapkan dalam APBN.
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas permintaan domestik sebagai mesin utama penggerak ekonomi sepanjang tahun ini.
“Kalau kita lihat di APBN, targetnya 5,4 persen ya tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun,” ujar Purbaya, Kamis (7/5/2026).
Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah mengandalkan kebijakan fiskal yang ekspansif serta pemberian stimulus ekonomi, khususnya memasuki kuartal II 2026. Fokus utama pemerintah adalah mempertahankan daya beli masyarakat melalui berbagai instrumen, seperti bantuan sosial dan program makanan bergizi gratis.
Langkah ini diambil untuk memastikan konsumsi dalam negeri tetap kokoh di tengah risiko perlambatan ekonomi dunia.
“Hal yang sama akan kita lakukan di triwulan kedua dan sampai dengan akhir tahun untuk memastikan permintaan domestik tetap terjaga dan kita masih bisa tumbuh dengan baik,” katanya.
Selain perlindungan sosial, Purbaya membocorkan pemerintah tengah merancang tambahan insentif bagi dunia usaha untuk memperkuat aktivitas ekonomi pada periode April-Juni tahun ini.
“Pemerintah juga masih akan memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian di kuartal kedua tahun 2026 ini,” tambah Purbaya.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 5,61 persen.
Capaian ini menunjukkan tren penguatan yang konsisten jika dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang sebesar 5,39 persen, maupun posisi pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di angka 4,87 persen.










